DISWAY - Dari drama tembakan tiga angka yang menyamai rekor abadi, hingga lantai dansa yang berubah menjadi arena dunk, berikut adalah rangkuman lengkap malam yang tak terlupakan di NBA All-Star Saturday 2026.
Malam dibuka dengan narasi emosional di State Farm Three-Point Contest. Semua mata tertuju pada satu orang: Damian Lillard. Bagi Lillard, malam ini bukan sekadar kompetisi: ni adalah pernyataan.
Setelah menepi sepanjang musim karena cedera Achilles yang dideritanya April lalu, banyak yang meragukan apakah "Dame Time" masih berdetak.
Lillard menghadapi persaingan sengit dari bintang Phoenix Suns, Devin Booker, dan pemain muda berbakat Charlotte Hornets, Kon Knueppel.
Di babak final, tensi memuncak: Kon Knueppel membuka dengan 15 poin (sedikit antiklimaks setelah performa apiknya di babak pertama). Damian Lillard melesat dengan akurasi mematikan, mengumpulkan 29 poin, termasuk sapu bersih di rak money ball.
Devin Booker memulai dengan sangat panas, memasukkan sembilan tembakan pertamanya. Namun, di rak terakhir, Booker kehilangan ritme dan gagal memasukkan tiga tembakan terakhirnya, menyisakan skor 27 poin.
Dengan kemenangan dramatis ini, Lillard resmi mengoleksi piala ketiganya (setelah menang di 2023 dan 2024). Ia kini berdiri sejajar dengan dua penembak terhebat sepanjang masa, Larry Bird dan Craig Hodges, sebagai satu-satunya pemain yang memenangkan kontes ini sebanyak tiga kali. Meskipun belum bermain satu menit pun di musim reguler 2025-26, Lillard membuktikan bahwa insting pembunuhnya tetap tajam.
Setelah sempat menghilang sejak 2015, format KIA Shooting Stars kembali hadir dan langsung mencuri perhatian. Kompetisi yang menggabungkan pemain aktif dan legenda ini menjadi panggung bagi Team Knicks untuk menunjukkan mengapa New York sedang berada di puncak dunia basket.
Di babak final, mereka berhadapan dengan Team Cameron (yang dipimpin oleh para alumni Duke seperti Kon Knueppel dan Jalen Johnson). Persaingan sangat ketat hingga detik-detik terakhir. Namun, Jalen Brunson menunjukkan "Ice in his veins" dengan mengeksekusi tembakan dari logo tengah lapangan yang memastikan kemenangan Team Knicks dengan skor 47-38.
Kehadiran Rick Brunson (ayah Jalen sekaligus asisten pelatih Knicks) sebagai pengumpan selebriti menambah kehangatan momen kemenangan ini. Bagi fans New York, trofi ini melengkapi koleksi mereka setelah sebelumnya memenangkan NBA Cup.
Jika Damian Lillard membawa nostalgia, maka Keshad Johnson dari Miami Heat membawa masa depan. Johnson tidak hanya memenangkan AT&T Slam Dunk Contest 2026, ia mendominasi panggung dengan karisma yang jarang terlihat sejak era Vince Carter
Keshad Johnson memasuki lapangan dengan iringan rapper E-40. Tidak sekadar berjalan, Johnson memulai aksinya dengan gerakan dansa yang energik, membakar semangat penonton di Intuit Dome. Pada dunk pertamanya, ia melompati E-40 yang sedang menunduk dan melakukan one-handed slam sambil meletakkan tangan kirinya di belakang kepala—sebuah penghormatan untuk kultur Oakland.
--
Pertarungan Sengit Melawan Carter Bryant
Rookie San Antonio Spurs, Carter Bryant, sempat menjadi favorit juara setelah mencetak skor sempurna 50 di dunk pertamanya di babak final. Bryant melakukan gerakan between-the-legs yang sangat bersih dan bertenaga.
Aksi dunk Carter Bryant.-Rocky Padila for Disway.-