Hasil NBA: Rekor Cooper Flagg Tertutup Bayang-Bayang Kekalahan Ke-6 Beruntun

Hasil NBA: Rekor Cooper Flagg Tertutup Bayang-Bayang Kekalahan Ke-6 Beruntun

Daniel Gafford melakukan Dunk di laga Mavericks vs Spurs.-Rocky Padila-

DISWAY, DALLAS – Ada keheningan yang menyesakkan di American Airlines Center malam ini. Saat bel akhir berbunyi dan papan skor menunjukkan angka 135-123 untuk kemenangan San Antonio Spurs, ribuan penggemar Dallas Mavericks hanya bisa terduduk diam. Ini bukan sekadar kekalahan biasa; ini adalah kekalahan keenam berturut-turut bagi Dallas, sebuah tren yang mulai terasa seperti lubang hitam yang menyedot harapan musim 2025-26 mereka.

Meskipun bintang muda baru mereka, Cooper Flagg, kembali mengukir sejarah NBA, Dallas sekali lagi gagal mengeksekusi di momen-momen krusial. Masalah yang sama terus berulang: permainan ketat hingga lima menit terakhir, lalu keruntuhan mental yang sistematis.

Di tengah kekacauan ini, Cooper Flagg adalah satu-satunya titik terang bagi Dallas. Rookie pilihan nomor 1 ini mencetak 32 poin, menjadikannya remaja pertama dalam sejarah NBA yang mencatatkan empat pertandingan berturut-turut dengan 30+ poin. Ia melampaui catatan legenda seperti Michael Jordan dan Allen Iverson dalam kategori produktivitas rookie.

Flagg menunjukkan kedewasaan yang melampaui usianya. Ia menyerang ring dengan agresivitas tinggi dan menunjukkan akurasi yang mematikan dari jarak menengah. Bersama Naji Marshall yang juga tampil luar biasa dengan 32 poin, Dallas sebenarnya memiliki daya gedor yang cukup untuk menang. Namun, seperti yang sering terjadi musim ini, performa individu yang brilian tidak cukup untuk menutupi keroposnya koordinasi tim di detik-detik akhir.


Aksi Cooper Flagg saat lawan Spurs--

BACA JUGA: Peran DBL Saat Timnas Indonesia Juarai Basket 3x3 Putri SEA Games 2025

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi yang biasa kita lihat dalam "Texas Derby". Namun, San Antonio Spurs datang dengan rencana yang sangat matang. Victor Wembanyama menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai evolusi basket modern. Di babak pertama saja, pemain bertinggi 7-kaki-4 itu melesakkan 5 dari 5 tembakan tiga angka.

Wemby mengakhiri malam dengan 29 poin dan 11 rebound, namun dampaknya jauh melampaui statistik. Kehadirannya di area paint membuat para pemain Dallas ragu-ragu untuk melakukan penetrasi. Spurs memimpin dengan dua digit angka beberapa kali di babak pertama, memaksa Dallas untuk terus-menerus bermain dalam posisi mengejar.

Salah satu faktor pembeda terbesar malam ini adalah De’Aaron Fox. Meskipun ia kesulitan menembak di tiga kuarter awal, Fox membuktikan mentalitas "Clutch Player of the Year" miliknya. Ia melesakkan dua tembakan tiga angka mematikan di sisa waktu dua menit, termasuk satu tembakan yang membuat skor menjadi 131-123 pada sisa waktu 1:24. Itu adalah bel kematian bagi harapan Dallas.

Spurs juga mendominasi paint area malah ini berkat lemahnya big man dari Mavericks. Total ada 60 points di dalam paint area yang berhasil dicetak oleh Spurs di pertandingan ini. Spurs juga memenangan perebutan rebounds dengan skore 50-41.

BACA JUGA:Debutan DBL Camp 2025 Sukses Tembus Skuad All Star, Siap Ditempa di AS

Pertanyaan besar kini tertuju pada Jason Kidd. Mengapa Dallas terus kalah dalam pertandingan yang ketat? Dalam enam kekalahan beruntun ini, empat di antaranya ditentukan oleh margin kurang dari 8 poin memasuki menit terakhir.

Masalahnya tampak pada eksekusi ofensif yang terlalu stagnan. Di momen clutch, bola seringkali berhenti di tangan satu pemain, sementara pergerakan tanpa bola menjadi minim. Hal ini sangat kontras dengan Spurs asuhan Mitch Johnson yang terus mengalirkan bola hingga menemukan tembakan terbaik. Assist keenam Wembanyama yang berbuah tiga angka bagi Fox adalah bukti nyata dari perbedaan kolektivitas ini.

Dengan rekor 19-32, Dallas kini terjerembab di posisi ke-12 Wilayah Barat. Secara matematis, peluang play-in masih ada, namun secara mental, tim ini terlihat babak belur.(Rocky Padila)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads