Sumsel Masuk Zona Merah Dengue, 7.500 Siswa SD Kini Dapat Perlindungan Vaksin

Rabu 18-02-2026,15:10 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Sumatera Selatan menghadapi lonjakan kasus dengue hingga masuk kategori zona merah pada 2025, dengan ribuan kasus dan puluhan kematian tercatat sepanjang tahun.

Merespons situasi tersebut, sebanyak 7.500 siswa Sekolah Dasar di Palembang kini menjadi bagian dari program pemantauan aktif dan vaksinasi dengue sebagai langkah konkret memperkuat perlindungan anak-anak dan menekan risiko kematian menuju target nol dengue 2030.

Melanjutkan pemantauan aktif vaksinasi dengue yang sebelumnya telah diresmikan di Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya meresmikan program yang sama di Kota Palembang.

BACA JUGA:Rp15 Triliun Kerugian per Tahun akibat Dengue, KOBAR Dorong Nol Kematian 2030

Dr. H. Herman Deru, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, menyambut baik inisiatif vaksinasi dan pemantauan aktif sebagai bagian dari upaya pengendalian dengue di Sumatera Selatan, yang merupakan bagian dari visi jangka panjang pembangunan kesehatan di daerah.

“Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan langkah yang lebih proaktif, berbasis data, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Upaya pengendalian vektor dan edukasi masyarakat tetap menjadi fondasi penting, namun perlu dilengkapi dengan inovasi kesehatan dan pendekatan pencegahan yang didukung bukti ilmiah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi akademik, dan mitra kesehatan dalam pemantauan aktif vaksinasi dengue di Palembang ini mencerminkan komitmen bersama untuk melindungi generasi muda dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Sumatera Selatan ke depan, serta mencapai ‘nol kematian akibat dengue di Palembang pada tahun 2030," katanya. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan masyarakat bahwa dengue bukanlah penyakit musiman.

BACA JUGA:Ketahui Manfaat Vaksin Demam Berdarah Dengue, Untuk Siapa, dan Berapa Dosis yang Tepat

Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue.

Berdasarkan data Dengue Kabkota di Sumsel pada tahun 2025 per 31 Desember dilaporkan sebanyak 4.437 kasus dengan 22 kematian.

Dengan kasus tertinggi dengue pada tahun 2025 yaitu Palembang sebanyak 968 kasus dan 3 kematian.

Dari rekapitulasi laporan, dalam 5 tahun terakhir kasus dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 15-44 tahun (42% dari total kasus) dan dalam 7 tahun terakhir kematian dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 5-14 tahun (41% dari total kasus).

Berdasarkan data tersebut, anak usia sekolah menjadi kelompok rentan terkena dengue.

BACA JUGA:Prof Ari: Mahalnya Biaya Berobat Jika Kena Dengue, Lindungi Diri dengan Vaksin DBD

Sebagai pemerintah provinsi, kami terus mendorong penguatan upaya pencegahan dengue secara berkelanjutan di seluruh kabupaten kota, melaui penerapan 3M Plus, edukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan, penguatan peran jumantik, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi seperti Ovitrap.

Kategori :