Rp15 Triliun Kerugian per Tahun akibat Dengue, KOBAR Dorong Nol Kematian 2030

Rp15 Triliun Kerugian per Tahun akibat Dengue, KOBAR Dorong Nol Kematian 2030

Koalisi Bersama Lawan Dengue (KOBAR) mendorong penguatan pencegahan dini dan kolaborasi lintas sektor guna mengejar target nol kematian dengue pada 2030, sebagaimana disampaikan dalam Forum Regional Pencegahan dan Pengendalian Dengue ASEAN yang digelar d--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Indonesia menyumbang sekitar 66 persen kasus dengue fatal di Asia, menjadikan penyakit yang ditularkan nyamuk ini sebagai salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling serius di kawasan.

Menyikapi kondisi tersebut, Koalisi Bersama Lawan Dengue (KOBAR) mendorong penguatan pencegahan dini dan kolaborasi lintas sektor guna mengejar target nol kematian dengue pada 2030, sebagaimana disampaikan dalam Forum Regional Pencegahan dan Pengendalian Dengue ASEAN yang digelar di Jakarta, 9–10 Februari 2026.

Forum Regional ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas pemangku kepentingan, sekaligus mendorong penyelarasan kebijakan serta adopsi strategi pencegahan dan pengendalian dengue yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. 

BACA JUGA:Ketahui Manfaat Vaksin Demam Berdarah Dengue, Untuk Siapa, dan Berapa Dosis yang Tepat

Dengue masih menjadi salah satu tantangan kesehatan publik paling serius secara global maupun regional.

Antara Januari hingga Maret 2025, lebih dari 1,4 juta kasus dengue dan lebih dari 400 kematian dilaporkan di 53 negara dan teritori dalam wilayah WHO.

Secara global, lebih dari 3,9 miliar orang berisiko terinfeksi dengue, dengan estimasi sekitar 390 juta infeksi setiap tahun, di mana sekitar 96 juta kasus bersifat klinis.

WHO mencatat bahwa dengue kini menjadi salah satu penyakit tular vektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan kawasan Asia Pasifik sebagai kontributor kasus terbesar. 

BACA JUGA:Kenali Gejalanya, Demam Biasa atau Dengue? Risiko Meningkat di Musim Hujan

Kawasan ASEAN telah lama diakui sebagai episentrum global penularan dengue, dengan banyak negara anggota menghadapi wabah siklikal dan kondisi endemis yang berkelanjutan.

Data European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menunjukkan bahwa hampir 400.000 kasus dengue dilaporkan di Asia Tenggara sejak awal tahun 2025 hingga Oktober–November 2025, dengan Vietnam mencatat jumlah kasus tertinggi, diikuti oleh Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos, dan Singapura.

Penularan dengue di ASEAN bersifat inheren lintas negara, dipengaruhi oleh kesamaan kondisi ekologis, mobilitas lintas batas, konektivitas perkotaan, serta variabilitas iklim, sehingga menegaskan pentingnya respons regional yang terkoordinasi.

Selain berdampak pada kesehatan, dengue juga menimbulkan konsekuensi sosial-ekonomi yang signifikan.

BACA JUGA:Prof Ari: Mahalnya Biaya Berobat Jika Kena Dengue, Lindungi Diri dengan Vaksin DBD

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads