Jakarta Masuk Zona Waspada, Wagub Rano Ingatkan Ancaman DBD dan TBC
Memasuki musim penghujan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan status kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC).--Cahyono
JAKARTA, DISWAY.ID - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan status kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengingatkan bahwa dua penyakit tersebut masih menjadi ancaman serius, sehingga diperlukan langkah pencegahan dan penanganan yang lebih masif serta keterlibatan aktif masyarakat.
Rano menegaskan, Pemprov DKI terus mempercepat berbagai program pengendalian DBD dan TBC melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan fasilitas kesehatan, serta optimalisasi peran juru pemantau jentik (Jumantik) di lingkungan permukiman guna menekan penyebaran penyakit di tengah musim hujan.
BACA JUGA:Musim Hujan Datang, DBD Bebani BPJS Rp4,5 Juta per Pasien, Lindungi dengan Vaksin!
“Jadi, TBC harus kita tangani bersama. Hal ini juga menjadi perhatian Presiden untuk percepatan pemberantasannya. Alhamdulillah, beberapa langkah sudah dilakukan dan penanganannya terus berjalan,” kata Rano di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Senin, 5 Januari 2025.
Menurutnya, upaya penanganan TBC harus dilaksanakan secara kolaboratif lintas sektor.
Selain itu, dibutuhkan dukungan fasilitas kesehatan, tenaga medis, serta partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam upaya deteksi dini.
“Kami telah melakukan sejumlah langkah penanganan di beberapa wilayah. Harapannya, upaya ini dapat berjalan optimal sehingga dampak penanganannya dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rano mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus DBD seiring memasuki musim hujan.
Ia menilai, periode pergantian musim kerap menjadi momen rawan munculnya kasus DBD di sejumlah wilayah.
“Karena Jakarta masih berada di posisi yang cukup tinggi, ini harus kita tangani bersama,” ujarnya.
BACA JUGA:DBD pada Anak Bisa Memburuk dengan Cepat, Lindungi Si Kecil dengan Vaksin
Rano menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan melalui gerakan 3M di tingkat masyarakat, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memusnahkan barang bekas yang berpotensi menampung air.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: