JAKARTA, DISWAY.ID-- Sebanyak 58 ribu warga negara Indonesia (WNI) tercatat bekerja di Malaysia berdasarkan data resmi KBRI. Dari angka tersebuy, mayoritas bekerja di sektor perkebunan hingga kontruksi.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo, mengatakan angka 58 ribu itu merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang terdata resmi.
BACA JUGA:Reklamasi Tak Berizin di Gresik Dihentikan KKP
BACA JUGA:Akhirnya Diakui Warga, Ini Rahasia di Balik Cepatnya Urus Surat Kehilangan di SPKT Polda Metro Jaya
Namun, kata dia, secara keseluruhan komunitas WNI yang ada di Malaysia diperkirakan mencapai 500 ribu orang
"Untuk yang tidak terdaftar saya belum melakukan pembahasan dengan staf kami di KBRI," ujarnya di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Rabu, 18 Februari 2026.
Dia menjelaskan, sektor terbesar penempatan PMI di Malaysia berada di perkebunan atau plantantion, kemudian disusul di bidang konstruksi.
"Untuk sektor yang paling besar itu di ladang, di perkebunan, dan konstruksi. Itu mungkin," jelasnya.
BACA JUGA:Harga Tiket DAMRI Rute Jakarta-Bali dan Jadwal Keberangkatan, Trip Perdana 6 Maret 2026!
BACA JUGA:Pilu Rakyat Palestina Jalani Ibadah Sahur di Bulan Ramadan, Tarawih Mencekam Dijaga Tentara Israel
Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa pemerntah akan memperkuat pendataan. Terutama bagi PMI ilegal yang belum tercatat dalam sistem resmi.
"Tahun ini kita akan mulai lakukan persiapan untuk pendataan. Lagi menyiapkan sistemnya sehingga diharapkan pekerja migran kita yang di Malaysia itu semuanya bisa terdata," kata Menteri P2MI.
"Dengan terdata kita memudahkan untuk memberikan perlindungan. Kita tahu mereka bekerja di mana, dengan siapa, inilah memudahkan kita. Poinnya pendataan dalam konteks untuk memberikan perlindungan bagi para pekerja migran," sambungnya.
BACA JUGA:Improving Together Jadi Nyata, WARI Apresiasi Kontributor Berprestasi
BACA JUGA:Daftar Negara Puasa Ramadhan 19 Februari 2026, Ada Indonesia, Singapura, Malaysia, hingga Brunei