BACA JUGA:Sektor Pengolahan Cetak Rekor Tertinggi dalam 13 Tahun, Pengamat: Sinyal Reindustrialisasi
Meski begitu, lanjut Karnali, Masjid Agung At-Tin tidak akan menyiapkan hidangan untuk saur bagi para jemaah.
"Kalau saur tidak ada, seperti yang tahun lalu. Memang tidak mengadakan sahur, karena sulit memprediksi berapa jumlah jemaah yang hadir," ucap dia.
Namun, Masjid Agung At-Tin akan menyiapkan makanan ringan atau minuman (takjil) untuk disantap muslimin atau muslimah yang menunaikan ibadah puasa.
"Untuk berbukanya kita akan siapkan takjil," kata dia.
BACA JUGA:Niat Keramas Sebelum Puasa Ramadhan 2026 agar Ibadah Lebih Suci dan Khusyuk
BACA JUGA:Rp126 Miliar Bantuan Pakaian untuk Korban Banjir di Sumatera dan Aceh, Mendagri: Bukan Barang Bekas
Lebih lanjut, Karnali menyampaikan bahwa takjil yang disediakan masjid Agung At-Tin berasal dari yayasan Tien Soeharto atau Siti Hartinah.
Tien Soeharto merupakan keluarga dari mantan presiden Republik Indonesia (RI) ke-2, Soeharto.
"Kita dapat kiriman dari yayasan ibu Tien Soeharto. Karena saat ini kan dibawah yayasan ibu Tien Soeharto," kata Karnali.
Ia pun berharap Ramadan tahun ini dapat meningkatkan semangat ibadah sekaligus memakmurkan masjid melalui partisipasi jemaah yang lebih luas.
Karnali juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum wisata rohani bersama keluarga dengan mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Jakarta, seperti Masjid Istiqlal maupun Masjid Sunda Kelapa.
"Semoga Ramadan ini lebih syiar dan lebih ramai. Semakin makmur masjid, semakin banyak jemaah yang tercerahkan dan mendapatkan keberkahan," pungkas dia.