Sementara itu, salah seorang warga korban bencana, Ibu Salmah (52), mengungkapkan kegembiraannya.
“Alhamdulillah, kami masih bisa merasakan tradisi meugang tahun ini berkat bantuan dari mahasiswa STIK. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua,” ucapnya sambil menahan air mata.
Untuk diketahui, tradisi meugang merupakan budaya turun-temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Dengan adanya bantuan ini, masyarakat korban bencana di beberapa desa tetap dapat menjalankan tradisi leluhur mereka meskipun dalam kondisi keterbatasan.
Para mahasiswa STIK juga berkomitmen untuk membantu proses pendistribusian langsung ke desa-desa yang membutuhkan, memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar memerlukan.