Hukum Sopir Bus Tidak Puasa Saat Ramadan, Ini Penjelasan Gus Baha soal Status Musafir

Kamis 19-02-2026,08:39 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Hukum sopir bus tidak puasa saat Ramadan kerap menjadi pertanyaan yang membingungkan, terutama bagi pekerja yang setiap hari bepergian jauh seperti sopir antar kota.

Dalam sebuah kajian fikih Ramadan, Gus Baha mengungkapkan bahwa persoalan sopir bus yang terus bepergian selama Ramadan memang tidak sesederhana yang dibayangkan.

Dalam pembahasan fikih musafir dan puasa Ramadan, Gus Baha mencontohkan kasus sopir bus jurusan antar kota yang hampir setiap hari berada di perjalanan.

Secara hukum fikih klasik, seorang musafir mendapatkan keringanan atau rukhsah untuk tidak berpuasa selama perjalanan Ramadan.

BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Mengacu Hilal yang Terlihat di Alaska, Ini Respons MUI hingga BRIN

Namun persoalan muncul dalam kasus sopir bus profesional, karena perjalanan tersebut merupakan pekerjaan rutin, bukan perjalanan insidental.

Di sinilah perdebatan hukum sopir bus musafir atau pekerja menjadi bahan diskusi di kalangan ahli fikih.

Perbedaan Pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal


Ilustrasi Sopir Bus.--Instagram/@rianmahendra83

Dalam kajian hukum puasa bagi musafir, Gus Baha menjelaskan adanya perbedaan pandangan ulama mazhab.

Menurut pendapat Imam Syafi'i, seseorang disebut musafir ketika keluar dari wilayah tempat tinggalnya menuju daerah lain yang bukan domisilinya.

Sementara menurut Imam Ahmad bin Hanbal, seseorang yang bepergian karena profesi tetap seperti sopir atau pekerja lapangan tidak selalu dikategorikan sebagai musafir, melainkan sedang bekerja.

Perbedaan pendapat ulama tentang musafir ini menjadi dasar penting dalam menentukan hukum puasa bagi sopir bus saat Ramadan.

BACA JUGA:Ramadan 2026 Dimulai, Jakarta Islamic Centre Gelar Tarawih 23 Rakaat

Diskon Puasa Musafir dan Tantangan Qadha

Dalam hukum Islam tentang rukhsah puasa Ramadan, musafir memang diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.

Namun Gus Baha mengingatkan, bagi sopir yang hampir setiap bulan selalu bepergian, muncul pertanyaan realistis: kapan waktu mengganti puasa tersebut?

Kategori :