Sedangkan Toni Sutrisno memilih pesangon ketimbang relokasi.
Setelah 15 tahun bekerja sebagai staf logistik, Toni menghadapi pilihan relokasi ke Surabaya atau menerima pesangon.
Demi keluarga yang sudah menetap di Jakarta, ia memilih keluar dan kini bekerja sebagai driver.
Baginya, keputusan itu berat secara psikologis, namun menjadi jalan realistis untuk mempertahankan penghasilan.
Gelombang PHK menunjukkan bahwa dampak kehilangan pekerjaan jauh melampaui urusan finansial.
BACA JUGA:Dinamika Pasal-pasal KUHAP-KUHP Baru, Awas Jebakan Batman!
BACA JUGA:KUHP-KUHAP Baru, Wajah Baru Hukum Indonesia di Tepi Jurang
Trauma penurunan kelas sosial, krisis identitas, dan micro-burnout menjadi tantangan nyata di era kerja fleksibel.
Namun di balik tekanan itu, sebagian pekerja menemukan definisi baru tentang makna kerja, fleksibilitas, dan kualitas hidup.