Selain menjadi agen layanan perbankan di toko sembakonya, ia juga memperoleh pembiayaan KUR untuk mengembangkan usaha.
“Manfaat menjadi BNI Agen46 sangat terasa. Saya mengajukan pinjaman KUR di BNI dan disetujui. Modal itu langsung saya gunakan untuk mengembangkan usaha. Puji Tuhan, semua berjalan dengan baik,” ujar Ratti.
Tambahan modal tersebut dimanfaatkan untuk menambah stok barang dan memperluas usaha, sehingga turut meningkatkan omzet penjualannya.
Keberadaan Agen46 di tokonya juga semakin ramai dikunjungi warga yang ingin bertransaksi perbankan secara praktis.
BACA JUGA:Tips Lolos Filsafat UGM Jalur UTBK-SNBT seperti Ketua BEM Tiyo Ardianto, Raih Skor 753
BACA JUGA:Tanggapi Hasil Perundingan Resiprokal Indonesia-AS, Apindo: Harus Beri Kepastian Pelaku Usaha
Manfaat serupa dirasakan oleh warga lainnya, seperti Andre, pedagang pala di Pulau Lembeh. Ia mengaku terbantu karena dapat menyetorkan hasil penjualan secara aman tanpa harus bepergian jauh ke kantor cabang bank.
“Biasanya uang hasil dagangan disetorkan di rekening lewat Ibu Ratti,” tuturnya.
Petani setempat, Delkiu Samalang, juga menilai layanan Agen46 lebih mudah dijangkau.
“Agen BNI itu lebih dekat, orang mau jangkau. Bu Ratti juga orangnya jujur, jadi kami saling bantu,” ujarnya.
Kehadiran BNI Agen46 di Pulau Lembeh menunjukkan bahwa akses layanan perbankan kini semakin merata hingga ke wilayah kepulauan.
Melalui pendekatan berbasis komunitas dan dukungan pembiayaan produktif, BNI berharap inklusi keuangan dapat menjadi fondasi penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.