Anggaran Kemendikdasmen 2026 Naik, Tunjangan Guru Tembus Rp 88 Triliun

Senin 02-03-2026,13:17 WIB
Reporter : Doddy Suryawan
Editor : Dimas Chandra Permana

TANGSEL, DISWAY.ID -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan program peningkatan mutu pendidikan pada 2026 tetap berjalan dengan dukungan tambahan anggaran. Fokus utama diarahkan pada revitalisasi sekolah, penyediaan perangkat teknologi pembelajaran, serta penguatan kesejahteraan dan kompetensi guru di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa penambahan anggaran tidak akan mengganggu alokasi program yang sudah direncanakan sebelumnya. “Untuk revitalisasi sekolah akan ada penambahan anggaran. Penyediaan IFP juga direncanakan tiga unit per sekolah. Semua masih dalam proses pembahasan,” ujar Suharti, di Tangerang Selatan (Tangsel), Senin, 2 Maret 2026.

Dari sisi kesejahteraan guru, pemerintah menyiapkan anggaran besar baik di tingkat pusat maupun daerah. Untuk guru non-ASN, Kemendikdasmen mengalokasikan Rp14,1 triliun, yang terdiri atas tunjangan profesi Rp11,58 triliun, tunjangan khusus Rp723,5 miliar, serta insentif Rp1,8 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan 2025 sebesar Rp12,48 triliun.

BACA JUGA:Tunjangan Profesi Guru Madrasah Lulusan PPG 2025 dalam Proses, Ini Penjelasan Resmi Kemenag

Sementara itu, tunjangan guru ASN yang dikelola daerah mencapai Rp74,76 triliun, naik dari Rp70,06 triliun tahun lalu. Dana tersebut mencakup tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tambahan penghasilan guru. “Peningkatan ini bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik,” kata Suharti.

Sedangkan rencana penambahan perangkat digitalisasi di setiap sekolah, sebagai penguatan dari fasilitas yang sudah ada, saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Meski belum tercantum dalam DIPA awal, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan adanya potensi penambahan anggaran di tengah tahun.

Adapun prioritas 2026, kemendikdasmen juga mencakup perluasan Program Indonesia Pintar (PIP). Cakupan bantuan kini menyasar anak TK, dengan target 888.000 penerima baru.

BACA JUGA:Kemenag Gandeng British Council, 720 Guru Madrasah Disiapkan Tembus Panggung Dunia

Dengan kombinasi peningkatan anggaran, digitalisasi, dan dukungan guru, Kemendikdasmen optimistis kualitas pendidikan nasional semakin merata dan kompetitif,"pungkasnya.

Kategori :