Isu Sekolah 4 Hari Ditepis, Kemendikdasmen Tegaskan Tetap Normal

Isu Sekolah 4 Hari Ditepis, Kemendikdasmen Tegaskan Tetap Normal

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan bahwa kebijakan kerja fleksibel tidak berdampak pada proses belajar siswa. -dok Disway-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan tidak ada perubahan pada sistem pembelajaran di sekolah.

 Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung lima hari dalam sepekan, sebagaimana kebijakan yang telah berjalan dan diperkuat oleh pernyataan pemerintah.

BACA JUGA: IHSG Lesu saat Penutupan, 847 Saham Turun Harga

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan bahwa kebijakan kerja fleksibel tidak berdampak pada proses belajar siswa. 

“Pembelajaran masih tetap lima hari dan dilaksanakan sebagaimana biasa,” ujar Abdul Mu'ti.

Abdul Mu'ti, kebijakan yang berubah hanya berlaku untuk pegawai di lingkungan kementerian, yakni penerapan skema kerja empat hari di kantor dan satu hari bekerja dari rumah (WFH). 

Hari Jumat ditetapkan sebagai waktu WFH, namun tetap dalam koridor tugas yang terukur.

BACA JUGA:Pemkot Bekasi Tanggung Biaya Pengobatan Seluruh Korban Ledakan SPBE Kemuning

Dia menjelaskan  perbedaan antara work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA) juga menjadi perhatian penting. 

“Kalau bekerja dari mana saja, pegawai bisa bertebaran dan sulit dihadirkan saat dibutuhkan. Karena itu, kita pilih bekerja dari rumah agar tetap mudah dikonsolidasikan,” jelasnya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menjalankan arahan Presiden untuk membangun budaya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, bersih, dan indah. 

Kebijakan ini sejalan dengan regulasi terbaru yang mendorong sekolah menjadi ruang nyaman sekaligus rumah kedua bagi peserta didik.

BACA JUGA:Bertambah, Korban Luka Bakar Kebakaran SPBE Bekasi Jadi 17 Orang, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

“Ini bukan sekadar efisiensi, tapi juga membangun budaya hidup bersih, sederhana, dan hemat energi sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan,” kata Abdul Mu'ti.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: