Tak Cukup Nilai, Guru SD Didorong Biasakan Speaking Bahasa Inggris di Kelas
Program PKGSD-MBI menjadi bagian dari persiapan pemerintah menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027/2028.-Istimewa-
BANDUNG, DISWAY.ID-- Peluncuran Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan guru, tetapi juga mendorong perubahan cara belajar di ruang kelas.
Pemerintah menekankan bahwa bahasa Inggris harus menjadi bagian dari kebiasaan, bukan sekadar mata pelajaran.
BACA JUGA:The Jakmania Kritik Marc Klok Usai Ajak Bobotoh ke Samarinda: Kurang Bijak di Situasi Memanas
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengingatkan ribuan guru peserta pelatihan agar membiasakan penggunaan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari di kelas.
Menurutnya, pendekatan ini penting untuk membangun kepercayaan diri siswa sejak dini.
Ia menilai pembelajaran bahasa Inggris selama ini cenderung berhenti pada teori.
“Padahal, kemampuan berbahasa tidak akan berkembang tanpa praktik langsung,"ujar Atip, saat peluncuran program PKGSD-MBI, di Bandung, Jumat, 8 Mei 2026.
BACA JUGA:Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Berpotensi Satu Grup dengan Thailand, Vietnam Cemas!
Atip bahkan mencontohkan pengalamannya sendiri yang merasa kesulitan berbicara meski telah belajar bahasa Inggris selama bertahun-tahun di sekolah.
Karena itu, ia mendorong guru untuk aktif berdialog menggunakan bahasa Inggris saat proses belajar mengajar berlangsung.
Dengan cara ini, siswa akan terbiasa mendengar sekaligus mengucapkan bahasa tersebut tanpa merasa terpaksa.
Pendekatan komunikatif ini diyakini mampu mengubah pola pikir siswa. Bahasa Inggris tidak lagi dipandang sebagai pelajaran sulit, melainkan alat komunikasi yang digunakan secara alami di kelas.
BACA JUGA:Menko Zulhas Jamin Pupuk di Lampung Tersedia Sebelum Masa Tanam
Hasilnya, kemampuan listening dan speaking siswa diharapkan meningkat secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: