Proses serah terima akan dilakukan di Jakarta karena unit kendaraan berada di sana. Pemprov akan diwakili oleh perwakilannya di Jakarta, sementara Subhan juga menyiapkan perwakilan perusahaan untuk menyelesaikan administrasi tersebut. Ia menargetkan proses rampung dalam waktu sekitar 15 hari kerja.
Terkait keuntungan, Subhan membantah spekulasi soal margin besar dalam transaksi tersebut. Ia menyatakan keuntungan yang diperoleh berada di bawah lima persen dari nilai penjualan.
"Kalau persentase keuntungan, di bawah 5 persen," ujarnya.
BACA JUGA:THR ASN, TNI, Polri hingga Pensiunan Sudah Cair, Ini Komponennya
Ia tidak merinci nominal pastinya, namun jika merujuk pada nilai transaksi Rp8,5 miliar, margin tersebut berarti kurang dari sekitar Rp425 juta.
Menurutnya, keuntungan itu sudah termasuk biaya operasional, administrasi, serta risiko bisnis yang ditanggung sebagai pihak ketiga.
"Kalau kita jual, pasti ada margin. Tapi enggak besar. Itu sudah hitungan bisnis," katanya.
Disinggung soal potensi kerugian akibat pengembalian kendaraan, Subhan menilai hingga saat ini belum ada kerugian yang bisa dipastikan. Ia menyebut kendaraan tersebut masih dalam kondisi baru dan belum digunakan.
"Kalau kembali ke saya berarti jadi milik saya lagi. Soal rugi atau tidak, tergantung nanti saya jualnya berapa. Itu logika bisnis saja," ujarnya.
Ia memberi gambaran, apabila kendaraan dijual kembali dengan harga lebih rendah dari harga beli, maka akan terjadi kerugian.
Sebaliknya, jika berhasil dijual dengan harga lebih tinggi, maka justru bisa memperoleh keuntungan tambahan.
"Ya paling tidak, nanti bisa saya sewakan lagi," jelas Subhan.
Saat ditanya apakah kendaraan tersebut merupakan pengadaan termahal sepanjang dirinya menjadi penyedia di Pemprov Kaltim, Subhan mengakui hal itu.
"Kalau satu unit dengan harga segini, iya ini yang paling mahal," katanya.
BACA JUGA:Resmi! Ini Besaran BHR 2026, Ojol dan Kurir Wajib Terima Minimal 25 Persen Pendapatan
Ia menjelaskan, sebelumnya ia lebih banyak memasok kendaraan dalam bentuk paket, seperti Innova dan Fortuner dalam jumlah puluhan unit sekaligus. Nilai total paket bisa besar, tetapi harga per unit tidak setinggi mobil yang kini menjadi polemik.