BEKASI, DISWAY.ID - Insiden longsornya gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyisakan korban jiwa yang masih tertimbun.
Meskipun begitu, Kasie Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizkiansyah menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil mengevakuasi enam korban.
BACA JUGA:Sejarah TPST Bantargebang yang Longsor, Gunung Sampah Raksasa Beroperasi Sejak 1989
"Untuk korban diduga, ini baru dugaan, itu kurang kebih ada 10 orang. Untuk sementara, 6 orang sudah ditemukan, 4 dalam kondisi meninggal dunia dan 2 dalam kondisi selamat," ucap Rizky di Bekasi.
Lebih lanjut Rizky menjelaskan akan terus berupaya melakukan proses pencarian terhadap sejumlah korban yang tertimbun sampah.
"Kita masih melakukan proses pencarian. Untuk rencana nanti, kita akan bagi teman-teman untuk terkait dengan pengawasan kemudian nanti akan ada safety officer disitu," ungkap dia.
Selain itu, lanjut Rizky, ribuan bahkan puluha ribu sampah sampai gas membuat tim SAR Gabungan kesulitan untuk melakukan proses evakuasi.
BACA JUGA:Bareskrim Damaikan Kasus Nabilah O'brien vs Zendhy Kusuma Lewat Restorative Justice
"Ini sangat-sangat berbahaya sekali," pungkasnya.
Rizky mengatakan bahwa Tim SAR gabungan telah membuka posko bagi warga yang ingin membuat laporan kehilangan anggota keluarganya perihal kejadian ini.
Sedangkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Zona 4A Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang usai terjadi longsor pada gunungan sampah.
Penutupan Zona 4A pada fasilitas pembuangan sampah milik DKI tersebut untuk memaksimalkan penanganan dampak longsor di lokasi tersebut.
Agar pengelolaan sampah di Ibu Kota tidak terganggu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menyiapkan dua zona baru.