Pemimpin berfungsi menjaga keseimbangan antara tuntutan kompetisi global dan nilai kemanusiaan pendidikan.
Dalam dunia yang kian pragmatis, fungsi ini menjadi sangat krusial.
BACA JUGA:Agenda Peradaban Berbasis Kampus
Perguruan tinggi masa depan membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan teknologi dan etika, rasionalitas dan spiritualitas, inovasi dan tanggung jawab sosial.
Tanpa integrasi ini, pendidikan tinggi berisiko kehilangan identitasnya sebagai institusi pembentuk peradaban.
Pada titik inilah kepemimpinan transformatif berbasis spiritualitas menemukan relevansinya, yakni mengembalikan kepemimpinan kepada hakikatnya sebagai amanah moral sekaligus tanggung jawab sejarah dalam menjaga arah peradaban akademik.
*Ahmad Tholabi Kharlie*
(Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kemdikti-Saintek RI)