Waka BGN Suspend Dua SPPG, Pemilik Ngaku Cucu Menteri Diduga Tekan Pengawas dan Kepala SPPG

Rabu 18-03-2026,19:29 WIB
Reporter : M. Ichsan
Editor : M. Ichsan

BACA JUGA:Mabes TNI Buka Suara Soal Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Dari Satuan BAIS

BACA JUGA:Motif Empat Prajurit TNI Siram Air Keras ke Aktivis KontraS Masih Misteri

Bahkan, semua relawan dan sekolah penerima manfaat pun diminta tanda tangan untuk mengusir kedua Kepala SPPG itu. 

Mendengar keluhan dan pengaduan kedua Kepala SPPG yang sampai menangis malam itu, Nanik pun langsung menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan  Wilayah II, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro bersama Tenaga Ahli Utama Waka BGN bidang Media, Hanibal Wijayanta bersama tim, untuk menginspeksi kedua dapur itu secara langsung.

Nanik sangat marah. Sebab, kedua Kepala SPPG itu direkrut sebagai perwakilan BGN, tapi ada upaya Yayasan untuk menyingkirkan mereka dengan cara-cara yang sangat keji. Karena itu, ia langsung memerintahkan Brigjen Dony untuk menutup dapur itu. 

“Hentikan! Kalau perlu selamanya, kalau mereka tidak menunjukkan perbaikan sikap mereka kepada Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan,” ujarnya.

BACA JUGA:Posko Kesehatan Stasiun Gambir Siap Layani kebutuhan medis Lebaran 2026, Ini Penyakit Dominan Pemudik 2026

BACA JUGA:Empat Anggota TNI Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras, Ini Inisialnya

Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu pun langsung menelepon Pak Menteri yang dimaksud. 

Dengan tegas, Pak Menteri itu mengatakan bahwa beliau tidak memiliki cucu bernama X yang memiliki kedua dapur itu. 

Pak Menteri bahkan menegaskan bahwa jika ada orang yang mengaku-aku keluarganya, “Tutup saja dapurnya!” 

Pak Menteri juga berpesan agar jangan ada keluarga beliau yang diberi fasilitas titik SPPG.

Sementara di lokasi, tim sidak menemukan kondisi dapur yang kotor, bau, jorok, dan belum memenuhi ketentuan petunjuk teknis maupun SOP (standard operational procedure) SPPG. 

Diantaranya, lantai dapur yang mengelupas, dinding-dinding dapur yang kotor, keropos dan berjamur, ruang pemorsian yang tidak layak dan tidak ber-AC, tidak ada ruang istirahat, serta locker yang seadanya dan tidak terpisah.

BACA JUGA:Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Mudik, Siapkan Ruas Tol Fungsional

BACA JUGA:4 Pelaku Serangan Andrie Yunus Ditangkap, LBH Jakarta: Sikap TNI Prematur, Tidak Masuk Akal!

Kategori :