BACA JUGA:Mabes TNI Buka Suara Soal Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Dari Satuan BAIS
BACA JUGA:Motif Empat Prajurit TNI Siram Air Keras ke Aktivis KontraS Masih Misteri
Bahkan, semua relawan dan sekolah penerima manfaat pun diminta tanda tangan untuk mengusir kedua Kepala SPPG itu.
Mendengar keluhan dan pengaduan kedua Kepala SPPG yang sampai menangis malam itu, Nanik pun langsung menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro bersama Tenaga Ahli Utama Waka BGN bidang Media, Hanibal Wijayanta bersama tim, untuk menginspeksi kedua dapur itu secara langsung.
Nanik sangat marah. Sebab, kedua Kepala SPPG itu direkrut sebagai perwakilan BGN, tapi ada upaya Yayasan untuk menyingkirkan mereka dengan cara-cara yang sangat keji. Karena itu, ia langsung memerintahkan Brigjen Dony untuk menutup dapur itu.
“Hentikan! Kalau perlu selamanya, kalau mereka tidak menunjukkan perbaikan sikap mereka kepada Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan,” ujarnya.
BACA JUGA:Empat Anggota TNI Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras, Ini Inisialnya
Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu pun langsung menelepon Pak Menteri yang dimaksud.
Dengan tegas, Pak Menteri itu mengatakan bahwa beliau tidak memiliki cucu bernama X yang memiliki kedua dapur itu.
Pak Menteri bahkan menegaskan bahwa jika ada orang yang mengaku-aku keluarganya, “Tutup saja dapurnya!”
Pak Menteri juga berpesan agar jangan ada keluarga beliau yang diberi fasilitas titik SPPG.
Sementara di lokasi, tim sidak menemukan kondisi dapur yang kotor, bau, jorok, dan belum memenuhi ketentuan petunjuk teknis maupun SOP (standard operational procedure) SPPG.
Diantaranya, lantai dapur yang mengelupas, dinding-dinding dapur yang kotor, keropos dan berjamur, ruang pemorsian yang tidak layak dan tidak ber-AC, tidak ada ruang istirahat, serta locker yang seadanya dan tidak terpisah.
BACA JUGA:Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Mudik, Siapkan Ruas Tol Fungsional
BACA JUGA:4 Pelaku Serangan Andrie Yunus Ditangkap, LBH Jakarta: Sikap TNI Prematur, Tidak Masuk Akal!