Wajib 'Ngonten'! BGN Minta SPPG Seluruh Indonesia Jadi Influencer MBG
Fariz Alaudin selaku Kepala SPPG Dapoer Rahayu Pulo Gebang, mengungkapkan bahwa kebijakan wajib ngonten ini adalah bentuk transparansi radikal.-Disway/Hasyim Ashari-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Ada pemandangan baru yang bakal sering kita temui di jagat media sosial dalam waktu dekat.
Para petugas Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) di seluruh penjuru tanah air kini punya tugas tambahan yang tak biasa: menjadi kreator konten.
BACA JUGA:Usai Ajukan RJ, Rismon Sianipar Akan Bertemu Jokowi di Solo
BACA JUGA:Dermaga Bajoe Diperbaiki, ASDP Alihkan Jalur Penyeberangan Bajoe-Kolaka ke Siwa-Kolaka
Bukan sekadar ajang pamer, Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi telah menginstruksikan seluruh SPPG untuk wajib mengunggah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) lengkap dengan rincian harga dan kandungan gizinya ke media sosial. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan kuat.
Fariz Alaudin selaku Kepala SPPG Dapoer Rahayu Pulo Gebang, mengungkapkan bahwa kebijakan wajib ngonten ini adalah bentuk transparansi radikal.
Selama ini, publik sering kali hanya terpaku pada angka gelondongan seperti Rp15.000 atau Rp13.000 per porsi tanpa tahu detail di dalamnya.
BACA JUGA:7 Menteri Teken Aturan AI di Dunia Pendidikan, Pemerintah Wanti-wanti Dampak FOMO hingga Bullying
BACA JUGA:Agar Mudik Aman, Jasa Marga Kebut Pekerjaan Preservasi Seluruh Ruas Jalan Tol
"Instruksi ini sifatnya sudah mulai wajib. Kemarin banyak masyarakat yang kurang teredukasi terkait nominal. Berapa sih harga satuan setiap porsi makanan?" ujar Fariz saat dihubungi oleh Disway, Kamis 12 Maret 2026.
Menurutnya, label harga ini menjadi terobosan agar masyarakat paham betul ke mana larinya anggaran per porsi tersebut. BGN ingin menunjukkan secara gamblang rincian per item; mulai dari berapa harga rotinya, susunya, hingga komponen makanan lain yang didistribusikan hari itu.
"Yang kedua, kenapa harus dilabelkan harga? Karena biar tahu masyarakat ini per item, misalnya harga roti itu berapa atau susu berapa," tambahnya.
Tak hanya soal urusan dompet, sisi kesehatan juga jadi sorotan utama. Selain label harga, setiap unggahan wajib menyertakan informasi kandungan gizi.
BACA JUGA:Kolaborasi DADA dan Dulce Cafe Perkaya Ekosistem Kuliner Jakarta Selatan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: