PRINGSEWU, DISWAY.ID– Semangat warga Pringsewu, Lampung, menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah seolah tak goyah oleh cuaca ekstrem.
Meski matahari menyengat di angka suhu yang tinggi, pasar-pasar tradisional di wilayah ini justru makin "meledak" dipadati pembeli.
Inilah fenomena Prepegan, tradisi turun-temurun warga Bumi Lampung dalam berburu kebutuhan Lebaran di detik-detik terakhir.
Pantauan di lapangan pada Jumat (20/3), antrean panjang menghiasi hampir seluruh lapak dagangan, mulai dari kebutuhan pokok, kue kering, buah-buahan, hingga sandang baru.
BACA JUGA:6 Rekomendasi Lagu Lebaran 2026 Viral dan Liriknya, Bisa Jadi Sound Video Transisi di TikTok-IG
Menariknya, kerumunan hari ini disebut-sebut masih "kalah" dibanding kemacetan manusia yang terjadi sehari sebelumnya.
"Kalau kemarin (Kamis) malah lebih ramai, bahkan mau jalan saja susah. Karena kemarin banyak yang mengira hari ini sudah Lebaran," ujar Anita, salah seorang warga yang tengah asyik berbelanja.
Bagi masyarakat Lampung, Prepegan adalah ritual belanja satu atau dua hari sebelum hari H.
Istilah ini merujuk pada momen saat masyarakat tumpah ruah memanfaatkan waktu tersisa sebelum pasar tutup total saat hari raya.
"Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti kapan tradisi ini dimulai, tapi terus ada dari tahun ke tahun. Mungkin karena pasar besok tutup, jadi semua orang tumpah ke sini hari ini," tambah Anita.
BACA JUGA:Agenda Prabowo Lebaran, Malam Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh
Meledaknya jumlah pengunjung di masa Prepegan ini diantisipasi serius oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pringsewu.
Mengingat pasar menjadi sangat padat, potensi gangguan kamtibmas seperti aksi copet dan jambret menjadi perhatian utama.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra, melalui Kasi Humas AKP Priyono, menegaskan bahwa personel telah disebar di titik-titik pasar dan area rawan kemacetan.
Fokus Pengamanan Polres Pringsewu:
- Pengaturan Lalu Lintas: Mengurai simpul kemacetan di akses masuk dan keluar pasar.
- Keamanan Pengunjung: Penempatan personel berpakaian dinas maupun preman untuk memantau aksi kriminalitas.
- Kenyamanan Berbelanja: Memastikan masyarakat merasa aman dari potensi pencopetan di tengah kerumunan.