Nostradamus dari China Ungkap 2 Pil Pahit Amerika untuk Sudahi Perang dengan Iran

Minggu 22-03-2026,05:00 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

Padahal dia seorang yang memiliki pengaruh besar dan memiliki wewenang untuk menegosiasikan gencatan senjata.

Jiang Xueqin juga menyampaikan skenario terburuk yang akan terjadi jika perang terus berlanjut dan menghandurkan kompleks Oxamos di Yerusalem yang akan memicu perang agama.

Sebenarnya saat dimulainya perang ini, Amerika Serikat sebenarnya tidak memiliki jalan keluar untuk menyelesaikan perang ini, karena berharap dengan meninggalnya Ali Khamenei membuat Iran menyerah, namun prediksi Trump meleset.

BACA JUGA:Berkah Hari Raya Idul Fitri 2026, Keuntungan Penjual Bunga di TPU Meningkat

BACA JUGA:Trader Kripto Merapat, Cobain ORBIT dari OKX

Sedangkan pil pahit kedua adalah jika Amerika mencoba untuk melakukan negosiasi gencatan senjata dengan Iran.

Tentunya Iran memiliki posisi tawar lebih dan bisa jadi Iran meminta ganti rugi hingga 1 triliun dolar Amerika untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi.

Tidak hanya itu, Iran pastinya juga akan meminta Amerika Serikat untuk meninggalkan Timur Tengah secara permanen untuk memastikan kedamaian negaranya dalam jangka panjangnya

Jika Amerika Serikat melakukan itu, maka negara-negara GCC secara kolektif akan menjadi negara klien Iran karena, hanya Iran satu-satunya yang dapat menjamin keselamatan mereka.

Kita mengetahui jika GCC adalah basis dari petrodolar, di mana GCC menjual minyak dalam dolar Amerika, kemudian mendaur ulang uang ini kembali ke dalam perekonomian Amerika.

BACA JUGA:Gus Yaqut Menghilang dari Rutan KPK Saat Lebaran, Istri Noel Ebenezer Beberkan Fakta Mengejutkan

BACA JUGA:Wisatawan Ancol Bakal Melonjak di Hari Kedua Lebaran dan Libur Akhir Pekan

Jika GCC meninggalkan petrodolar, maka ini akan memiliki dampak yang parah pada perekonomian Amerika.

Tentunya akan ada reaksi berantai, di mana Jepang dan Korea Selatan akan melihat yang terjadi di Timur Tengah dan segera meniggalkan Amerika Serikat karena tidak lagi dapat menjamin keamanan mereka.

Mereka juga harus melakukan remiliterisasi yang akan menghabiskan semua sumber daya untuk beradaptasi dalam mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman dari China.

Sedangkan negara-negara Eropa jika melihat apa yang terjadi di GCC serta di Asia Tenggara, mereka akan bertanya-tanya mengapa harus  melawan Rusia seperti yang terjadi saat ini.

Kategori :