JAKARTA, DISWAY.ID - Kebijakan work from home atau WFH hemat BBM kini menjadi sorotan publik.
Kebijakan ini disorot pemerintah sebagai salah satu solusi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kondisi energi global yang tidak stabil.
Adapun, langkah ini dinilai mampu untuk mengurangi mobilitas harian tanpa perlu menghentikan aktivitas kerja sepenuhnya.
Dengan adanya konsep yang fleksibel ini, WFH diharapkan mampu untuk mengurangi mobilitas tanpa mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat.
Lantas, kebijakan WFH untuk hemat BBM usai Lebaran akan dimulai kapan? Simak aturan lengkapnya.
BACA JUGA:Menhub Dudy Purwagandhi Imbau WFH untuk Kenyamanan Arus Balik Idul Fitri 2026
WFH Buat Hemat BBM usai Lebaran
Pemerintah memastikan jika kebijakan WFH tersebut akan mulai diterapkan usai libur Lebaran 2026.
Diprediksi perkiraan pelaksanaan efektif dimulai sekitar bulan April 2026.
Saat ini, aturan teknis masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan lebih lanjut supaya pelaksanaannya dapat berjalan dengan optimal.
Kebijakan tersebut juga difokuskan untuk ASN sebagai langkah awal.
Sedangkan, di sektor swasta tidak diwajibkan WFH. Namun, sangat dianjurkan untuk mengikuti penerapan sistem serupa guna mendukung upaya penghematan energi secara nasional.
BACA JUGA:Aturan Main WFH 1 Hari per Minggu Pasca-Lebaran 2026, Sektor Ini Tidak Berlaku
"Aturan WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik," demikian keterangan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Alasan utama diterapkannya WFH ini ialah untuk mengurangi konsumsi BBM yang selama ini banyak digunakan untuk aktivitas perjalanan sehari-hari, seperti berangkat dan pulang bekerja.
Dengan berkurangnya mobilitas, pemerintah memprediksi penghematan energi supaya dapat mencapai angka yang cukup signifikan.