Para kurir tersebut menjalankan aksinya dengan modus menyembunyikan narkotika jenis sabu atau heroin di dalam dinding koper yang telah dimodifikasi.
"Beberapa kurir sudah tertangkap di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Korea Selatan, dan Ethiopia," jelasnya.
Diterangkannya, Dewi Astutik mengaku dikendalikan oleh seorang warga negara asing asal Nigeria berinisial DON, yang dibantu oleh Yana (WNA Filipina) dan Michael (WNA Nigeria) yang berbasis di Kamboja.
Dalam pengembangan kasus, BNN bekerja sama dengan Drug Enforcement Administration (DEA).
Hasilnya, DON berhasil ditangkap di Meksiko dan kini diamankan oleh otoritas Amerika Serikat.
Sementara itu, Yana dan Michael masih dalam pencarian dengan koordinasi lintas negara terus dilakukan bersama aparat Kamboja dan lembaga internasional lainnya.
Lebih jauh, BNN menemukan indikasi keterkaitan Dewi Astutik dengan kasus penyelundupan narkotika skala besar, yakni 2 ton sabu di perairan Karimun, Kepulauan Riau.
Temuan ini berdasarkan data salah satu kurir berinisial Z yang direkrut oleh Dewi, yang diketahui memiliki manifest perjalanan yang sama dengan tiga tersangka dalam kasus tersebut.
BACA JUGA:Detik-Detik Kronologi Penangkapan Dewi Astutik, Lagi di Lobi Hotel Bareng Pria Misterius
Meski demikian, penyidik masih perlu memperkuat alat bukti untuk memastikan keterlibatan langsung Dewi Astutik dalam kasus besar tersebut.
Ditegaskannya, pengungkapan jaringan ini belum berhenti. Upaya pengejaran terhadap jaringan lain yang terafiliasi terus dilakukan, khususnya yang melibatkan jaringan Nigeria di kawasan Asia Tenggara.
"BNN terus bekerja sama dengan berbagai agensi narkotika internasional untuk mengungkap jaringan yang lebih luas," tegasnya.