Harga BBM Naik Gila-Gilaan, Sepinya Jalanan di Manila Bak Kota Hantu

Minggu 29-03-2026,16:19 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Namun pada hari pertama deklarasi darurat energi nasional selama satu tahun oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr pada 25 Maret, suasana ramai di luar gereja bergaya Romawi itu hampir menghilang, termasuk suara klakson kendaraan umum yang disebut jeepney menjadi lebih sunyi.

Datangnya Pekan Suci semakin menambah suasana muram.

Di luar kompleks gereja, seorang petugas parkir bernama Ruben (27) berdiri menunggu pelanggan.

BACA JUGA:Bahlil Pastikan Stok BBM RI Aman Meski Negara Lain Sudah Umumkan Darurat Energi!

Ia sudah bekerja lebih dari 12 jam sejak pukul tiga pagi pada hari Rabu, namun hanya mendapatkan sekitar 6 dolar dari uang tip, kurang dari setengah penghasilan biasanya. Itu berarti perut keluarganya akan lebih sering kosong, katanya.

Emily Ruado (59), ibu dari empat anak, menghadapi dilema yang sama.

Penjual tisu itu mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dari pendapatan harian sekitar 10 dolar, kini ia hanya membawa pulang sekitar 5 dolar setelah kenaikan harga minyak.

“Kami hampir tidak bisa bertahan hidup,” ujarnya.

BACA JUGA:Klaim Stok BBM Aman Tuai Tanda Tanya, Pengamat Minta Data Lebih Terbuka

Kesulitan finansial Ruben dan Emily mencerminkan masalah yang lebih besar bagi Filipina, karena kekhawatiran akan kenaikan tajam harga kebutuhan pokok serta hilangnya pekerjaan secara mendadak bagi ribuan orang dapat dengan cepat menyeret ekonomi ke kondisi stagnan.

Tepat sebelum perang Iran dimulai, produk domestik bruto (PDB) negara itu diperkirakan tumbuh 5 persen. Kini, target tersebut semakin sulit tercapai.

Sementara itu, ketika jumlah bus, jeepney, dan kendaraan transportasi online berkurang di jalanan, jumlah penumpang yang menggunakan jaringan kereta yang terbatas di Manila justru melonjak.

Hal ini menyebabkan penumpukan penumpang saat jam sibuk di stasiun, memperlihatkan betapa tidak memadainya sistem kereta, sekaligus mengingatkan publik pada skandal korupsi infrastruktur bernilai miliaran dolar yang masih mengguncang negara tersebut.

Kategori :