Operasi Damai Cartenz Ungkap Jaringan Amunisi Ilegal Papua, Anggota KKB Yahukimo Terlibat

Senin 30-03-2026,12:04 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : Khomsurijal W

JAYAPURA, DISWAY.ID– Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil memutus rantai distribusi amunisi ilegal yang diduga kuat menyuplai kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan Papua.

Dalam operasi senyap di Kabupaten Jayapura, aparat menangkap dua orang terduga pelaku yang memiliki peran krusial sebagai penyedia dana dan pemasok peluru tajam.

Kedua pelaku berinisial NH dan HLT (38) diamankan di lokasi berbeda, yakni di kawasan strategis Bandara Sentani dan sebuah permukiman warga.

BACA JUGA:Papua Connection Kutuk Kekerasan KKB: Serangan ke Guru dan Nakes Bentuk Teror Kemanusiaan

Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif terhadap jaringan peredaran amunisi yang terhubung hingga wilayah Yalimo dan Yahukimo.

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria, menjelaskan bahwa penangkapan ini adalah bagian dari rangkaian penyelidikan besar sejak pertengahan Maret 2026.

"Kedua pelaku ini terjaring dalam pengembangan kasus periode 12 hingga 28 Maret. Secara keseluruhan, kami telah mengamankan 11 orang yang tergabung dalam jaringan distribusi ini," ujar Andria di Jayapura, Senin (30/3/2026).

Hasil penyidikan mengungkap profil mendalam para pelaku. NH diidentifikasi sebagai anggota KKB Batalyon Yamue Yahukimo yang bertugas sebagai penyedia dana untuk pengadaan amunisi.

Sementara HLT berperan sebagai pemasok yang memperoleh amunisi secara tidak sah untuk diedarkan kembali.

Dari tangan HLT, petugas menyita 132 butir amunisi kaliber 7,62 mm.

BACA JUGA:Skenario Lengkap Kemenhaj Jika Jemaah Haji Tetap Diberangkatkan di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Selain itu, aparat juga mengamankan berbagai barang bukti lain meliputi ratusan butir amunisi berbagai kaliber, satu pucuk senjata api rakitan, sejumlah magazen, hingga komponen senjata tanpa izin.

Temuan ini mengindikasikan adanya sistem logistik yang terorganisir dan masif.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pengungkapan ini adalah langkah sistematis untuk menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua.

"Kami tidak akan berhenti di sini. Fokus kami adalah menelusuri seluruh pihak yang terlibat guna memutus total rantai peredaran senjata dan amunisi ilegal," tegas Faizal.

Kategori :