Harga BBM di Australia Naik Jadi Rp24 Ribu per Liter, Panic Buying Bikin SPBU Kosong

Senin 30-03-2026,15:52 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Australia melonjak tajam hingga menyentuh sekitar Rp24 ribu per liter dalam sebulan terakhir.

Lonjakan ini memicu aksi panic buying di sejumlah wilayah, bahkan dilaporkan membuat beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kehabisan stok.

Australia termasuk di antara sejumlah negara yang mengalami kenaikan tajam harga bahan bakar sejak dimulainya perang antara AS dan Israel dengan Iran serta penutupan efektif Selat Hormuz dilansir dari BBC.

BACA JUGA:Strategi Naturalisasi Timnas Indonesia: PSSI Dekati Talenta EPL hingga Australia, Luke Vickery Masuk Radar

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, berusaha menenangkan para pengendara pada hari Jumat setelah muncul laporan pembelian panik dan stasiun bensin yang kehabisan stok.

Perdana Menteri Negara Bagian Victoria, Jacinta Allan, mengumumkan pada hari Sabtu bahwa kereta, trem, dan bus di negara bagian tersebut akan gratis untuk semua orang mulai Selasa, sebagai upaya mengurangi tekanan pada permintaan bensin.

“Ini tidak akan menyelesaikan semua masalah, tetapi ini adalah langkah langsung untuk membantu warga Victoria saat ini,” ujarnya.

BACA JUGA:Harga BBM Diprediksi Bakal Naik Per 1 April 2026, Cek Perbandingannya di Negara ASEAN

Sementara itu, pemerintah Tasmania mengumumkan bahwa masyarakat dapat menggunakan bus jarak jauh, bus kota, dan feri secara gratis selama beberapa bulan ke depan.

“Kami tahu kenaikan biaya bahan bakar berdampak pada anggaran keluarga, dan itulah sebabnya kami kembali mengambil tindakan yang kuat dan tegas untuk melindungi warga Tasmania,” kata Perdana Menteri Jeremy Rockliff.

BACA JUGA:Harga BBM di Taiwan Diredam 75%, Pemerintah Rela ‘Bakar Uang’ Tahan Lonjakan

Transportasi Gratis

Karena harga BBM naik, transportasi umum di dua negara bagian di Australia akan dibuat gratis untuk mendorong masyarakat agar tidak mengemudi, karena harga bahan bakar melonjak akibat perang di Timur Tengah.

Victoria, yang merupakan rumah bagi Melbourne, menyatakan akan memberlakukan perjalanan gratis sepanjang bulan April, sementara Tasmania mengatakan para komuter tidak perlu membayar mulai hari Senin hingga akhir Juni.

Namun, pemerintah negara bagian lain sejauh ini menolak mengikuti langkah tersebut, dengan New South Wales (tempat Sydney berada) menyatakan bahwa mereka menyimpan dana untuk memenuhi peningkatan permintaan transportasi umum.

Menteri transportasi Tasmania juga mencatat bahwa bus sekolah berbayar akan dibuat gratis, sehingga menghemat sekitar A$20 (£10,40) per minggu bagi penggunanya.

Kategori :