JAKARTA, DISWAY.ID - Beredar luas di publik, perkiraan kenaikan harga BBM non-subsidi per 1 April 2026 memicu perhatian.
Dalam simulasi tersebut, harga Dexlite disebut berpotensi melonjak hingga menembus Rp20.000 per liter, seiring kenaikan tajam harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Tak hanya itu, sejumlah jenis BBM lain juga diperkirakan mengalami kenaikan signifikan.
BACA JUGA:Pertalite Tidak Ada Dalam Bocoran Daftar Baru Harga BBM 1 April, Masih Rp10.000?
Pertamax disebut bisa naik dari Rp12.300 menjadi sekitar Rp17.850 per liter.
Pertamax Green 95 diproyeksikan meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter, sementara Pertamax Turbo berpotensi naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter.
Untuk jenis solar non-subsidi, Pertamina Dex diperkirakan melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.950 per liter, dan Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.650 per liter.
BACA JUGA:MPR Sebut WFH ASN Bisa Hemat BBM hingga 10 Persen
Netizen langsung ramai menanggapi kabar yang belum dikonfirmasi kebenarannya.
Ada juga yang menyinggung omongan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kalau harga BBM aman.
“Dugaan gw si dr yg sudah-sudah, mereka share info begini, naik tinggi sampai 17 ribu. Tapi nanti mereka naikkan paling kisaran 14-15 ribu. Untuk memberi efek psikologis aja "ah naiknya ternyata ga terlalu tinggi,” tulis netizen.
“Siapa yang kemarin percaya omongan Bahlil? Yg bilang stok BBM di Indonesia aman, diprank gak tuh kelen semua,” tulis netizen.
BACA JUGA:Harga BBM di Australia Naik Jadi Rp24 Ribu per Liter, Panic Buying Bikin SPBU Kosong
Sebelumnya, pemerintah memastikan bahwa tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dalam waktu dekat, meski situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan tekanan pada harga minyak mentah dunia.
"Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekali pun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.