MPR Sebut WFH ASN Bisa Hemat BBM hingga 10 Persen

MPR Sebut WFH ASN Bisa Hemat BBM hingga 10 Persen

namun begitu, Pemerintah tetap perlu menyiapkan strategi jangka panjang, terutama dalam mendorong transisi energi dan percepatan elektrifikasi di berbagai sektor.-Disway/Fajar Ilman-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno mengatakan, rencana Pemerintah untuk memberlakukan Work From Home (WFH) untuk ASN merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi penggunaan BBM. Ia menyebut langkah itu bisa menghemat penggunaan BBM hingga 10 persen.

"Saya kira itu adalah sebuah solusi cepat dan praktis yang harus diambil, karena itu akan mengurangi penggunaan BBM kita, perhitungannya kurang lebih antara 8 hingga 10 persen," katanya kepada wartawan, Senin, 30 Maret 2026.

BACA JUGA:5 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Bulgaria Final FIFA Series 2026 di Jakarta, Dukung Garuda Menang

"Dan itu saya kira untuk sementara juga cukup menolong, membantu kita untuk mengurangi konsumsi dari BBM," sambungnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal itu bukan satu satunya solusi yang diambil. Dimana, Pemerintah tetap perlu menyiapkan strategi jangka panjang, terutama dalam mendorong transisi energi dan percepatan elektrifikasi di berbagai sektor.

"Tetapi, jangka panjangnya yang harus kita pikirkan, jangka panjangnya dalam artian bahwa transisi energi harus dijalankan, elektrifikasi harus diakselerasi," ucapnya.

BACA JUGA:Bukan Tiba-tiba! Komnas HAM Bongkar Proses Puspom TNI Tangkap Pelaku Penyiraman Andrie Yunus

Dalam hal ini, Ia menekankan pentingnya elektrifikasi di sektor transportasi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Terutama elektrifikasi di sektor transportasi, elektrifikasi kendaraan roda 4, roda 2, elektrifikasi sektor industri, elektrifikasi terutama di sektor rumah tangga, karena rumah tangga kita masih menggunakan LPG untuk memasak," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, serta sektor industri dan rumah tangga juga tidak luput dari perhatian. Ia menyebut, saat ini, konsumsi LPG nasional masih mencapai sekitar 8 juta kiloliter per tahun.

"Kalau LPG itu yang sekarang konsumsi 8 juta kiloliter per tahun, itu bisa kita kurangi dengan gantinya kompor listrik, kompor reduksi, tentu itu akan mengurangi beban import BBM kita dalam bentuk LPG 3 kg," jelasnya.

BACA JUGA:Dominasi di COTA, Jorge Martin Ingatkan Aprilia: Awas Ducati Kencang di Jerez!

Oleh karena itu, Eddy menyampaikan, pemerintah telah menjajaki peningkatan impor energi dari sejumlah negara mitra. Seperti, seperti Nigeria, Algeria, Brazil, Australia dan Amerika Serikat.

"Apalagi kan kita sudah menandatangani perjanjian resiprokal perdagangan dengan Amerika Serikat diantaranya adalah untuk kita melakukan import dari BBM dari Amerika Serikat," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: