Pemerintah Siapkan Subsidi Mobil Listrik, Purbaya: Indonesia Harus Hemat BBM
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap harga minyak dunia yang diperkirakan tetap tinggi akibat ketegangan geopolitik global yang belum tahu sampai kapan berakhir.--Fajar Ilman
JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah berencana memberikan subsidi untuk mobil listrik, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, kebijakan itu dilakukan guna mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Namun, di sisi lain Rupiah tembus 17.500 per 1 Dollar
AS, sedangkan mayoritas yang dapat membeli mobil listrik merupakan kelas menengah atas.
Menurut Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap harga minyak dunia yang diperkirakan tetap tinggi akibat ketegangan geopolitik global yang belum tahu sampai kapan berakhir.
BACA JUGA:Rupiah Babak Belur Sentuh Rp17.500, Purbaya Siap Hadapi DPR
"Karena kita lihat harga BBM dunia kan nggak akan turun ini. Setelah saya ke Amerika, saya pelajari cara Amerika melakukan diskusi dan mendesain term yang diberikan untuk Iran, itu sepertinya desainnya untuk negara yang kalah perang dan pasti akan ditolak oleh Iran, hitungan saya ini ya. Jadi kelihatannya oh kalau gitu perangnya masih panjang,"katanya kepada wartawan, Selasa, 12 Mei 2026.
"Artinya konsumsi BBM kita juga akan masih tinggi dan dengan harga yang lebih tinggi. Jadi kalau saya bisa pindahkan ke listrik, itu akan mengurangi impor kita dengan signifikan kan?," lanjutnya.
Di samping itu, kata Purbaya, juga ada produksi listrik PLN yang tetap dibayar meski tidak digunakan atau dikenal dengan skema take or pay.
"Itu mungkin kapasitas yang baru kepakai katanya sekitar 70 persen, masih ada 30 persen listrik yang kita bayar tapi nggak dipakai kalau saya nggak salah ingat ya. Tapi Anda mesti diskusi dengan PLN," jelasnya.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Berencana Lakukan Tax Amnesty Lagi
Menurutnya, pemanfaatan listrik yang belum terserap tersebut dapat membantu mengurangi beban subsidi energi pemerintah.
"Tapi yang jelas ada listrik yang kepakai yang kita bayar, saya mau pakai itu supaya subsidinya di PLN mengecil, BBM juga mengecil, itu utamanya," jelasnya.
Purbaya mengaku, tadinya ia pikir perangnya akan berlangsumg sebentar. Namun, faktanya hingga sekaramg perang masih berlanjut.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Buka Suara soal Nasib Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: