Saat Sandiaga Uno Dorong Perempuan Naik Kelas ke Pasar Digital Lewat Workshop

Selasa 31-03-2026,15:30 WIB
Reporter : Fandi Permana
Editor : Fandi Permana

BANDUNG, DISWAY.ID — Upaya pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan, kali ini melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.

Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahudin Uno, menilai langkah ini sebagai strategi konkret untuk mendorong perempuan naik kelas dari sekadar pelaku rumahan menjadi wirausaha mandiri berbasis pasar modern.

BACA JUGA:Sandiaga Uno Sebut HR Zaman Now Wajib Belajar AI, Saatnya 'Sekolah' Lagi Urus SDM

BACA JUGA:Pemkot Kota Bekasi Bidik UNKM Untuk Dongkrak Ekonomi Lokal Paska Pandemi

Program bertajuk “Workshop Mochi Kekinian: Lezat, Laris, Panen Cuan” yang digelar pada Kamis, 26 Maret 2026 di Kantor Kelurahan Gegerkalong, Bandung, menjadi bukti nyata pendekatan tersebut.

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta, mayoritas ibu-ibu, yang tidak hanya belajar membuat produk mochi kekinian, tetapi juga dibekali strategi pemasaran digital.  

Sandiaga Uno menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya berhenti pada pelatihan keterampilan dasar. “Kita ingin perempuan Indonesia tidak hanya bisa produksi, tetapi juga mampu menjual, membangun brand, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 30 Maret 2026.

BACA JUGA:Calvin Verdonk Dorong Dony Tri Pamungkas Berkarier di Eropa: Saya Suka Gayanya!

Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan pelatihan praktis dan literasi digital menjadi kunci keberhasilan program ekonomi berbasis komunitas. Ia menilai, peluang usaha kuliner seperti mochi memiliki potensi besar karena mudah diproduksi, fleksibel, dan memiliki pasar yang luas, terutama jika dikemas secara kreatif dan dipasarkan secara online.

Workshop ini sendiri diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan BSI Maslahat, Rumah Zakat, dan OK OCE Forever. Selain praktik pembuatan Mochi Bread dan Mochi Daifuku bersama Chef Deasy, peserta juga mendapatkan edukasi penggunaan teknologi seperti ChatGPT untuk membuat konten promosi dan ide bisnis.  

Perwakilan Kelurahan Gegerkalong menyambut baik kegiatan ini dan menyebutnya sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya perempuan. Hal senada disampaikan oleh perwakilan Rumah Zakat dan OK OCE Forever yang menekankan pentingnya keberanian memulai usaha dari skala kecil.

Hasilnya pun langsung terlihat. Selama kegiatan berlangsung, peserta berhasil mencatat 377 pesanan produk mochi dengan estimasi potensi pendapatan mencapai Rp2.262.000. Angka ini menunjukkan bahwa produk yang diajarkan tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga memiliki daya jual di pasar.  

BACA JUGA:Disangka Mimpi, Ular Kobra Lilit Leher Tamu Hotel di Krabi Thailand

Sandiaga menambahkan, keberhasilan ini menjadi indikator bahwa model pelatihan berbasis praktik langsung dan simulasi pasar sangat efektif. “Kalau hari pertama saja sudah bisa menghasilkan penjualan, ini berarti modelnya tepat. Tinggal bagaimana kita skalakan agar dampaknya lebih luas,” katanya.

Ke depan, YIS berencana memperluas program serupa ke berbagai daerah lain dengan fokus pada pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif dan digital. Harapannya, semakin banyak perempuan yang mampu mandiri secara ekonomi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi keluarga maupun daerah.

Kategori :