JAKARTA,DISWAY.ID -- Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan sektor teknologi digital melalui kerja sama investasi internasional.
Salah satu langkah konkret dilakukan oleh Kementerian PPN/ Bappenas membuka peluang perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huaxia Kunpeng Technology untuk membahas peluang investasi di bidang Artificial Intelligence (AI) dan ekosistem digital.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mempersilakan pengusaha Tiongkok tersebut untuk membangun infrastruktur teknologi canggih di Indonesia.
BACA JUGA:Komnas HAM Panggil Puspom TNI Soal Kasus Andrie Yunus, Dikonfrontir Soal Rilis 18 Maret
BACA JUGA:Tok! Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik: Pasokan Tetap Aman
Termasuk mendirikan fasilitas pusat data berbasis AI.
Rachmat menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk membuka pintu bagi investasi yang dapat memperkuat kapasitas teknologi nasional.
“Setiap negara ingin menguasai teknologi berdasarkan kemampuan masing-masing. Jalan untuk berkembang kita bekerja sama,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Selain pembangunan pusat data, kerja sama yang diusulkan juga mencakup pengembangan talenta digital melalui kemitraan dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi, sekaligus mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi.
BACA JUGA:Cara Unduh Kartu Peserta UTBK SNBT 2026 Lengkap Jadwal Tahapannya, Cek di Sini
BACA JUGA:Sahroni Salut Hakim Vonis Bebas Amsal Sitepu dalam Kasus Korupsi Video Profil Desa
Tidak hanya itu, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan industri manufaktur perangkat teknologi, program pertukaran mahasiswa, serta pembentukan pusat riset dan pengembangan (research and development/R&D).
Inisiatif ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional agar lebih kompetitif di tingkat global.
Pemerintah melihat kerja sama ini sebagai bagian dari strategi besar transformasi digital nasional.