Jerat Tramadol: Pengawasan Lemah Jadi Surga Bagi Pecandu

Selasa 07-04-2026,09:48 WIB
Reporter : Tim Liputan Khusus
Editor : Fandi Permana

Tramadol, obat keras atau jenis G jadi surga bagi pecandu meski dampaknya berbahaya. 

Bagaimana tidak, orang sehat yang mengonsumsi Tramadol bisa bertingkah laku semaunya tanpa tedeng aling-aling. 

Lalu, bagaimana pengawasan peredaran obat keras ini di lapangan?

Mungkinkah pengawasan yang lemah jadi biang kerok mudahnya peredaran Tramadol? 

JAKARTA, DISWAY.ID - Praktisi kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama mengungkapkan, penyalahgunaan tramadol di kalangan generasi muda dapat menyebabkan pusing, kebingungan, hingga gangguan kesadaran.

Pasalnya, tramadol yang merupakan obat golongan opioid dapat bekerja langsung pada sistem saraf pusat.

"Tramadol bukan obat biasa, melainkan obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Jika dikonsumsi sembarangan, risikonya sangat serius,” ujar Ngabila saat dikonfirmasi Disway.id.

BACA JUGA:Saat Tramadol Merajalela: Bahaya Mengintai, Tapi Permintaan Menggila!

Ia memaparkan, efek tramadol terhadap otak dapat menimbulkan sensasi euforia atau rasa “fly” seperti yang kerap dicari pengguna.

Namun di balik itu, tramadol dapat menimbulkan efek berbahaya bagi penggunanya. Pada dosis tinggi, tramadol dapat menekan sistem pernapasan yang berisiko menyebabkan kematian.

“Tramadol juga dapat memicu kejang, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol atau obat lain. Dampak lain yang tidak kalah serius adalah gangguan mental seperti kecemasan, depresi, hingga perilaku agresif,” terang Ngabila.

Menurutnya, tramadol akan menjadi sangat berbahaya jika dikonsumsi tanpa resep dokter oleh remaja. Pasalnya kata Ngabila kondisi otak remaja masih dalam tahap perkembangan.

“Dampaknya terlihat pada menurunnya konsentrasi hingga prestasi akademik,” ujarnya.

Tidak hanya itu, penyalahgunaan obat ini juga dapat meningkatkan perilaku urakan seperti tawuran hingga risiko kecelakaan saat berkendara. 

Tramadol juga berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan, baik secara fisik maupun psikologis bagi penggunanya.

Kategori :