Seiring waktu, dosis yang dikonsumsi cenderung meningkat untuk mencapai efek yang sama. Pada titik inilah, pengguna mulai terjebak.
Ketika mencoba berhenti, muncul gejala putus obat seperti gelisah, sulit tidur, nyeri tubuh, hingga gangguan emosional.
"Yang paling sulit itu berhenti. Badan rasanya sakit semua, pikiran kacau. Akhirnya balik lagi pakai," tambah DAP.
Kini, ia sudah tidak lagi menggunakan barang haram tersebut. Malahan DAP lebih rajin berolahraga. Alasannya simple: malu sama anak.
Fenomena tersebut menjadi alarm bagi semua pihak, bahwa penyalahgunaan obat keras bukan sekadar isu kesehatan, melainkan juga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius.