PASPI Apresiasi Komitmen BPDP Dorong Riset Kelapa Sawit Nasional

Selasa 07-04-2026,10:36 WIB
Reporter : Syifa Lulu
Editor : Syifa Lulu

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memiliki peran penting sekaligus komitmen kuat dalam mendorong riset di sektor kelapa sawit nasional.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menyebutkan bahwa komitmen BPDP dalam mendukung penelitian di sektor ini terlihat jelas. 

Hingga tahun 2025, BPDP tercatat telah memberikan pendanaan untuk sekitar 400 judul riset yang mencakup berbagai aspek, mulai dari hulu hingga hilir industri kelapa sawit.

BACA JUGA:Limbah Sawit Jadi Sumber Energi dan Cuan, Akademisi UI Dorong Model Terintegrasi

Sejauh ini, penelitian yang didukung BPDP mencakup beragam topik, mulai dari pengembangan material baru berbasis sawit dan biomassa bernilai tambah tinggi hingga kajian di lingkungan perkebunan serta studi sertifikasi guna mewujudkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan mendukung konsep ekonomi sirkular.

"Riset yang dibiayai BPDP mulai dari hulu hingga hilir sektor kelapa sawit. Dari sudut ini, komitmen BPDP dalam mendukung riset-riset sawit sangat jelas terlihat," katanya di Jakarta, Selasa, 7 April 2026

Tungkot Sipayung berharap BPDP bisa terus mengoptimalkan dukungan terhadap kegiatan riset termasuk melalui pelaksanaan evaluasi komprehensif secara berkala.

Langkah ini dilakukan guna memperoleh masukan strategis dalam meningkatkan efektivitas peran lembaga tersebut di bidang riset.

Ia juga menyoroti salah satu hal yang perlu dievaluasi, yakni keterbatasan hasil riset yang berhasil menjadi inovasi dalam praktik bisnis di industri kelapa sawit. 

BACA JUGA:Kelola Sawit Lebih Efektif, Prasasti Usulkan Orkestrasi Kebijakan Antar-Lembaga

Menurutnya, sebagian besar hasil riset kelapa sawit berhenti pada tataran publikasi ilmiah dan belum berlanjut ke tahap implementasi praktis di industri.

"Yang diperlukan industri sawit adalah inovasi bisnis. Agak ironi memang, riset-riset sawit semakin banyak tetapi produktivitas sawit stagnan bahkan menurun," sambungnya.

Penulis buku Mitos dan Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia tersebut mencontohkan bahwa telah banyak penelitian mengenai penyakit ganoderma yang menyerang tanaman kelapa sawit. 

Namun hingga saat ini, belum ada kebijakan nasional yang benar-benar solutif untuk menangani penyakit tersebut di Indonesia.

"Inilah tantangan ke depan yang harus dilakukan bagaimana mempercepat implementasi hasil riset (invensi) menjadi inovasi bisnis dan kebijakan," tegasnya.

Kategori :