BACA JUGA:Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Kemenhaj RI Imbau Jemaah Patuhi Aturan
Di antara yang mencuat dalam upaya memperpendek antrean, ada perumpamaan seperti war tiket yang menjadi gambaran tentang kesiapan secara langsung terkonversi dalam keberangkatan.
"Kita coba sederhanakan di ruang publik dengan istilah 'war tiket'. Ini hanyalah perumpamaan komunikasi, bukan konsep kebijakan yang berdiri sendiri," ujar Dahnil dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4/2026).
Dia menambahkan, wacana yang berkembang hari ini harus dilihat sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk memperbaiki dan mencari solusi terbaik. Karena, lanjut dia, haji tidak hanya dilihat sebagai layanan publik, tetapi amanah besar umat, bangsa, dan negara.
"Sudah seharusnya kita jaga dengan keberanian untuk menghadirkan ruang diskusi, mengevaluasi, dan kebijaksanaan untuk memperbaiki," lanjut Dahnil.