Hari Kartini: Belajar dari Sosok Iptu Wahyuni, Polwan Pengasuh Penuh Inspiratif

Senin 20-04-2026,11:00 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : Dimas Chandra Permana

Keseriusan itu membawanya menembus berbagai ajang lomba lari. Sejak 2023, Wahyuni telah mengikuti berbagai event lari.

Event terjauh yang pernah dia ikuti adalah lari Maraton di Yogyakarta. Wahyuni mengaku finis dalam waktu 5 jam 8 menit.

Kini, targetnya lebih tinggi. Ia tengah mempersiapkan diri untuk ajang maraton berikutnya dengan target waktu di bawah 5 jam, bahkan optimistis bisa mencapai 4 jam 30 menit.

Tak hanya itu, dalam waktu dekat ia juga akan mengikuti lomba half marathon sejauh 21 kilometer di Bali.

"Setiap tiga bulan saya usahakan ikut lomba, supaya tahu perkembangan latihan saya," paparnya.

Dengan segudang aktivitas sebagai polisi, ibu, sekaligus pelari ia menekankan satu hal penting, yaitu disiplin.

Baginya, manajemen waktu bukan sekadar teori, melainkan kebiasaan yang harus dibangun setiap hari.

"Kita sendiri yang menentukan. Harus bisa membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan hobi," ungkapnya.

Selain berlari, ia juga memiliki hobi memasak dan membuat kue. 

Ia mengaku sempat mengelola usaha katering, meski kini lebih banyak dibantu orang lain karena keterbatasan waktu.

Sebagai sosok yang menjalani banyak peran sekaligus, ia berharap bisa menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan muda.

Pesannya sederhana: temukan dan kembangkan passion.

"Kembangkan hobi yang positif. Jangan dipaksakan, tapi gali dari diri sendiri. Semua butuh proses, tidak ada yang instan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dan kesabaran dalam menjalani setiap proses.

"Seperti lari, tidak mungkin tiba-tiba bisa cepat. Semua ada latihannya, ada pengorbanannya," tambahnya.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, sosoknya menjadi pengingat bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana datang ke sekolah, menyapa anak-anak dan tetap berlari mengejar mimpi.

Kategori :