BENGKULU, DISWAY.ID -- Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun telah banyak memberikan perlindungan finansial kepada masyarakat Indonesia saat sakit dan perlu berobat.
Melalui Program JKN, peserta tidak hanya mendapatkan akses pengobatan yang layak, tetapi juga harapan untuk terus menjalani hidup dengan lebih tenang terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit kronis seperti gagal ginjal.
Hal itulah yang dirasakan oleh Lugimen (51) salah satu peserta JKN yang rutin cuci darah menggunakan BPJS Kesehatan sejak Oktober 2025 lalu.
BACA JUGA:BPJS Kesehatan Soroti Lonjakan Hipertensi dan Diabetes pasa Generasi Muda
Di ruang hemodialisis Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu, Lugimen menjalani hari-harinya dengan ritme yang kini tak bisa ia hindari.
Dua kali sepekan, ia kembali ke tempat yang sama, menjaga asa agar tetap hidup di tengah keterbatasan kondisi kesehatannya.
Lugimen mengungkapkan dirinya sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan.
ia menceritakan terdaftar menjadi peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari suaminya yang bekerja di perusahaan swasta di Pekanbaru sebelum akhirnya dipindahkan ke Bengkulu.
“BPJS Kesehatan saya ikut suami dari dulu bekerja di perusahaan, sistem pembayarannya iurannya dipotong setiap bulan dari gaji suami,” ungkap Lugimen yang merupakan ibu rumah tangga asal Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Selasa, 7 April 2026.
BACA JUGA:Ini Alasan Rafi Ahmad Jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan
Lugimen menceritakan mulai mengalami kondisi kesehatan yang menurun sejak beberapa tahun lalu.
Bahkan, ia sempat bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit. Seiring waktu, kondisi tersebut mengharuskannya menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin.
Meski awalnya merasa tidak siap, ia akhirnya menerima kondisi tersebut demi kesehatannya.
“Dulu sempat tidak mau makan, badan lemas, sering masuk rumah sakit. Itu sekitar tahun 2012. Awalnya saya tidak siap, tapi mau tidak mau harus dijalani demi kebaikan,” jelas Lugimen.
Saat ini, Lugimen menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Jumat.