Orang Kuat

Jumat 01-05-2026,04:00 WIB
Oleh: Dahlan Iskan

Saya ke IKN lagi Selasa siang kemarin. Berarti sudah lebih dua tahun saya tidak ke Kaltim. Banyak yang berubah. Ada yang tidak.

Yang tidak berubah adalah ini: antrean panjang mobil di mulut SPBU –antre bahan bakar solar. Di mana-mana. Yang di dekat IKN yang paling panjang: hampir dua kilometer.

Dulu pun begitu. Berarti sudah lebih dua tahun tidak ada perbaikan keadaan. Bahkan sudah lebih tiga tahun.

Humor pahit pun beredar di masyarakat: "Kita baca kilang minyak terbesar di Indonesia sudah diresmikan di Balikpapan, antrean mobil di SPBU dekat Balikpapan justru kian panjang".

Saya memuji kesabaran para sopir dan pemilik truk di sana. Sanggup bermalam di pinggir jalan antre bahan bakar. Padahal Anda sudah tahu: Kaltim itu lumbung energi nasional. "Ayam mati di lumbung" ternyata bukan hanya pepatah.

Dari IKN saya ke Samarinda: sama. Di mana-mana jalan raya dekat SPBU terasa menyempit. Esok paginya saya ke arah Tenggarong –ibu kota kabupaten Kutai Kartanegara: idem dito.

Bupati Kutai yang baru Aulia Rahman Basri –yang setelah terpilih pindah dari PDI-Perjuangan ke Gerindra– tidak akan bisa mengatasi itu.

Bahkan, mungkin saja, antrean panjang itu sudah dianggap "new normal". Kini istilah abnormal tidak lagi memalukan –sejak ditemukan istilah "new normal". Termasuk korupsi. Sudah dianggap new normal. Pun kriminalisasi.

Gubernur Kaltim yang baru, Rudy Mas'ud, juga tidak akan bisa mengatasinya. Itu sepenuhnya wewenang Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Padahal Gubernur Mas'ud adalah orang kuat. Mungkin ia gubernur terkuat di Kaltim sepanjang sejarah.

Pun sebagai laki-laki ia sangat kuat: anaknya 17 orang –hanya empat yang tidak berumur panjang.

Tapi mengingat Mas'ud dan Bahlil berada di satu partai, siapa tahu ada lobi khusus untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar itu.

Mungkin juga ia jadi orang kuat karena istrinya. Nama sang istri: Syarifah Suraidah. Dia anggota DPR pusat dari Golkar. Dari Dapil Kaltim. Dia bukan saja ibu yang kuat tapi juga tercantik di antara istri-istri gubernur yang menjadi anggota DPR.

Bukan hanya cantik, Syarifah juga sangat "Marilyn Moenroe". Apalagi kalau tatanan rambutnyi lagi dibuat mirip bintang film terkemuka Amerika tahun 1960-an itu. Ditambah dia punya ciri khas Moenroe lainnya: tahi lalat besar di dekat bibirnyi. Hemmm. Kalau saja dia bukan istri gubernur yang kaya Anda pun akan rela bertaruh nyawa untuk merebutnyi.

Lihatlah sendiri Instagram Syarifah. Siapa tahu istri Anda ingin ikut jejak mode "Marylin Moenroe Kaltim" itu –kalau kuat. Dia, rasanya, satu dari jarang politisi wanita yang sangat sadar mode. Rasanya lima kali pemilu ke depan pun Syarifah akan terus terpilih sebagai anggota DPR. Pun kalau misalnya ada ke-abnormalan politik: Golkar ''merger'' dengan PSI.

Berarti dua kali ini Kaltim dapat gubernur yang kaya raya –sejak sebelum jadi gubernur. Saya tidak bisa membandingkan mana yang lebih kaya: Isran Noor, gubernur sebelum ini, atau Rudy Mas'ud, gubernur saat ini. Yang jelas ada yang aneh pada Isran Noor: mengapa di pilgub kemarin ia kalah. Padahal incumbent. Padahal ia kaya raya.

Oh... ternyata Isran Noor sama sekali tidak mau melakukan "serangan udara". Isran ternyata bukan Iran –yang ketika diserang dari udara balas menyerang dengan drone.

Belum ada wartawan yang bertanya soal itu kepada Isran. Kelak, kalau bertemu Isran saya akan tanyakan itu: ada misteri apa di balik "kepelitannya" itu.

Kenapa Mas'ud disebut gubernur terkuat? "Lihat, yang menjadi ketua DPRD Kaltim adalah kakak kandungnya," ujar politikus di sana.

Kakak satunya lagi, Rahmad Mas'ud, menjadi wali kota Balikpapan. Di kota minyak itu sepupunya jadi ketua DPRD.

Kakak yang lain lagi menjabat bupati Paser sebelum ditangkap KPK. Pun keponakannya, yang masih berusia 23 tahun, Putri Amanda, sudah menjabat ketua Kadin provinsi.

Orang Kaltim menyebut keluarga gubernur mereka itu sebagai Bani Mas'ud. Mereka orang Balikpapan dengan darah Bugis dari Sulawesi Barat. Kini hubungan Kaltim-Mamuju, ibukota Sulbar, kian dekat. Sudah ada penerbangan langsung dari Balikpapan ke Mamuju. Setiap hari. Kian banyak juga pejabat teras di sana berdarah Sulbar.

Maka mumpung dapat gubernur orang kuat saya titip program. Rasanya hanya gubernur dari Bani Mas'ud yang bisa membuat sejarah ini: membangun jalan tembus dari Tenggarong ke IKN.

Selama ini, rasanya, jarak Tenggarong-IKN amat-amat jauh. Setelah saya lihat di peta ternyata hanya kurang dari 30 km.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya usulkan. Tapi ia sudah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk rakyatnya: beasiswa Rp 5 juta per siswa/mahasiswa ber-KTP Kaltim.

Rakyat sangat senang. Sangat populer. Di Kaltim kepopuleran program ini mengalahkan MBG.

Pun kalau SPP di sekolah/universitas mereka di bawah Rp 5 juta, tetap dapat Rp 5 juta. Uang kelebihannya untuk siswa/mahasiswa sendiri.

Gubernur Mas'ud juga menggratiskan BPJS untuk seluruh warganya. Yakni untuk warga yang belum digratiskan oleh pemkot/pemkab.

Ada baiknya punya gubernur yang sudah kaya sebelum jadi gubernur. Pikirannya besar. Tapi seleranya juga tinggi. Misalnya soal mobil dinas. Kalau mobil mewah biasa ia sudah punya. Maka ia pilih mobil dinas seharga Rp 8 miliar –saya lupa mereknya karena memang belum pernah melihat merek itu di Indonesia.

Saya tidak bisa berkomentar soal itu. Kecuali bila kelak saya melihat mobil itu ikut antre BBM di SPBU dekat IKN.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 30 April 2026 Berjudul Listrik Kereta

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak.Achmad Faisol.. MOBIL HARUS BISA DIDORONG? IDE BAGUS, TAPI PERLU PRESISI Gagasan Pak Achmad Faisol menarik. Logikanya sederhana. Seperti AHO di motor: masalah berulang, lalu dipaksa hilang lewat desain. Tapi mobil—terutama mobil modern—tidak sesederhana lampu yang selalu menyala. Secara teknis, mobil sekarang memang bisa “dikunci” oleh sistem. Di mobil listrik, jika aki 12 volt mati, sistem tidak bangun. Rem parkir elektrik aktif. Roda terasa seperti digembok. Di mobil bensin pun, transmisi otomatis dan rem elektrik membuat dorong-dorongan bukan perkara ringan. Apakah bisa dibuat lebih “ramah dorong”? Bisa. Misalnya dengan mode darurat mekanis yang melepas rem parkir tanpa listrik. Atau titik dorong yang jelas dan prosedur cepat. Sebagian pabrikan sudah punya, tapi belum seragam dan belum semua orang tahu. Namun, solusi desain saja tidak cukup. Statistik menunjukkan faktor manusia dominan: panik, nekat menerobos, atau kurang perawatan—terutama aki 12 volt. Di titik ini, regulasi, edukasi, dan infrastruktur perlintasan justru lebih menentukan. Jadi, dorong mobil boleh. Tapi dorong kesadaran lebih wajib. Karena rel tidak pernah kompromi, meski mobil sudah bisa didorong ramai-ramai.

Sri Wasono Widodo

Banyak hoaks mobil mogok di perlintasan rel KA disebabkan problem kelistrikan karena melintasi rel, banyak viral juga penjelasan yang membantahnya. Pastinya hoaks ini nggak masuk nalar. Di Semarang saja truk mogok di rel di hajar KA terjadi 3 kali yaitu di jalan Madukoro tahun 2023, di Semarang Barat 2025 dan di Genuk akhir 2025. Saya pikir begitu ada mobil mogok di rel harus ada relawan yang memberi kode dari dua arah rel sekitar 500 meter dari TKP yang memperingatkan KA yang akan lewat

WASITH channel

Sejak lama heran dan tak habis pikir dengan jalan di perlintasan kereta, kenapa tidak dibuat rata dan halus. Itu persoalan teknik yang mudah. Kemana saja para insinyur dari ITB, ITS, dan kampus-kampus pencetak sarjana teknik? Ah, janganlah berpikir bikin rudal balistik jarak jauh yang bisa tepat sasaran seperti Iran. Kirim BLT saja masih sering salah sasaran...ironis.

Taufik Hidayat

Nah masalah pengendara yang suka bandel menerobos harusnya mencobtoh perlintasan di Rusia . Bukan di Moskwa, karena di Moskwa hapir tidak ada karena metro Moskwa kebanyakan di bawah tanah dan elevated . Saya perna lihat di Peredelkino, di kampung ha Boris Pasternak penulis buku Doctor Zhivago, begitu kereta mau lewat, di jalan muncul beso Yang tajan tajan, kalau tetap nekat lewat maka ban pasti kempes. Fasilitas yang sema juga pernah saya lihat di Airport Changi, kalau kita masuk ke apron (khusus yg punya pas) makan jalannya ada besi tadi , besi hanya turun ketika kendaraan kita memang punya paş bandara. Kalau tidak yah tidak bisa masuk. Yg saya lihat itu di terminal 1 masih di tahun 1990 ketika saya sempat kerja di sana. Sayang di bandara soetta tidak ada he he ….

Wilwa

Vali Nasr adalah penasihat Obama yang mendorong USA berdamai dengan Iran dan Iran setuju untuk non proliferasi senjata nuklir sehingga sanksi terhadap Iran sempat dicabut. Namun Trump di 2016 mengacaukan segalanya dengan membatalkan keputusan Obama. Dan kalau Anda ingat Trump juga membatalkan kesepakatan Paris mengenai climate change. Mengapa? Karena salah satu faktor dan faktor utamanya adalah Trump memihak pada pandangan Partai Republik yang dikuasai Kristen Literal/ Garis Keras yang mabuk agama yang tak hanya menentang teori evolusi tapi juga climate change, aborsi, imigran, dll pandangan khas keracunan agama. ☕️

Laksana DedeS

Saya melihat titik temu dari diskursus ini. Selama manusia tidak mengetahui tentang sesuatu, di sana lah Tuhan berada. Tuhan tidak keberatan dianggap hanya sebagai petir (dewa Zeus), atau hanya bintang kecil (dewa matahari atau Ra). Bahkan tuhan tidak keberatan dianggap tidak ada (ghoib, karena dalam teologi Islam Tuhan maha ghoib). Science pun tidak bisa lepas dari tahayul. Hayalan akan adanya sesuatu padahal dikemudian waktu terbukti secara science sesuatu itu tidak ada alias hayalan atau tahayul. Betapa banyak ilmu pengetahuan di bidang kedokteran masa lalu yang terbukti kemudian keliru. Di bidang biologi, psikologi, dan bidang ilmu lain pun demikian. Agama bisa dianggap candu, begitupun science.

Wilwa

@AchmadFaisol. Filsuf bertanya: “Cahaya Purnama berasal darimana?”. Religionist purba menjawab: “Dari Tuhan”. Itulah yang disebut “God of the gaps”. Segala sesuatu yang tidak diketahui dikaitkan dengan Tuhan atau Dewa dan sejenisnya. Seolah Tuhan itu seperti tempat sampah untuk segala sesuatu yang dianggap misterius. Dan ketika filsuf bertanya lebih lanjut mengenai mekanisme cahaya purnama atau pelangi maka religionist tak bisa menjelaskannya dan mengatakan dengan mudahnya bahwa semua itu ciptaan Tuhan. Ketika scientist memberikan jawaban ilmiah mengenai cahaya purnama atau pelangi barulah sang filsuf puas dan religionist/agamawan terdiam membisu. Anaknya Iskan memberikan penjelasan scientific / ilmiah mengenai mobil mogok tepat di rel kereta api. Ini menyingkirkan takhayul religionist purba mengenai makhluk halus yang menyebabkannya atau pseudo-science / science semu mengenai medan listrik yang menyebabkannya. Itulah yang sering disebut bahwa ketika science menguat maka religion melemah. Bahkan filsafat pun jadi korban berikutnya setelah agama ketika science menguat. Karena itu Stephen Hawking (1942-2018) astrofisikawan terkenal dengan ucapannya: Filsafat telah mati! Sebagaimana agama dan/atau tuhan telah mati. Seperti yang filsuf Friedrich Nietzshe (1844-1900) proklamirkan. Yang membuat religionist tersinggung berat. Filsuf Nietzsche kalau masih hidup nampaknya akan tersinggung berat oleh ucapan scientist Hawking ini. Duh text limit.

Arif Rahman

Di mobil listrik, proses menyalanya komputer yang lemot disebabkan mulai lemahnya aki, ini juga tahayul sedikit diatas teori induksi terhadap mobil di atas rel kereta. Komputer lemot nyala disebabkan oleh kapasitas memori penuh, overheating, menurunnya performa hardware dan adana virus. Tidak terkait dengan tegangan aki, karena proses komputasi berjalan secara digital. Bukan analog.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Saya punya teman yang anaknya kuliah di Universitas Binus. Dia cerita kalau di Binus ada aturan: ketahuan mencontek, mahasiswa di-DO. Wow! Saya terkesima. Lalu dia menambahkan: jika ada alumni Binus tertangkap korupsi, maka namanya akan dihapus dari daftar alumni Binus. Wow! Wow! Wow! Saya triple terkesima. Saya jadi mikir, kenapa kampus PTN tidak mengajarkan integritas seperti itu ke mahasiswanya? Itu adalah sebuah aturan, sekaligus pelajaran, yang menurut saya sangat penting untuk "memperbaiki" bangsa ini. Sebuah langkah dasar dalam membentuk mental anak didik mereka. Kalau ada sekolah atau kampus yang punya aturan setegas itu, harusnya banyak dipublikasikan karena itu value yang penting buat masyarakat kita saat ini.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Ahmed dan pak Runner Ysh.. LIMA MENIT.. Analisis “Sherlock gadungan” itu justru terasa ilmiah. Angka-angka memberi kita rasa dingin. Kecepatan 100 km/jam, jarak 8 km, waktu henti 9 menit. Artinya sederhana: begitu rangkaian masuk zona bahaya, hukum fisika lebih cepat dari niat baik manusia. Rem bukan tombol ajaib. Komentar Om Runner juga kena. Kalau jalur normal, KRL dan Argo memang beda rel. Masalah muncul saat ada gangguan: taksi mogok. Satu titik kecil, efeknya berantai. Di sinilah mitigasi diuji. Apakah sistem cukup cepat “berteriak” ke kereta di belakang? Apakah ada buffer waktu? Atau semuanya bergantung pada reaksi manusia di lapangan? Fakta pahitnya: lima menit itu terasa panjang di jam tangan, tapi terlalu pendek di rel. Terutama saat kereta melaju penuh. Maka menyalahkan satu pihak terasa kurang adil. Ini kombinasi: infrastruktur, sistem sinyal, prosedur darurat, dan—ya—kejadian acak bernama mogok. Pelajarannya bukan siapa salah. Tapi bagaimana membuat lima menit itu cukup. Entah dengan teknologi yang memaksa kereta melambat otomatis, atau dengan desain jalur yang memberi ruang aman. Karena di rel, keterlambatan lima menit bisa berubah jadi tragedi yang terasa sangat lama.

Ahmed Nurjubaedi

BERPIKIR DAN BERTINDAK CEPAT TIDAK CUKUP-- Kalau Sherlock Holmes menyelidiki kasus kecelakaan ini, mestinya begini catatannya: 1. KRL Cikarang menabrak taksi Green yg mogok di lintasan jam 20:52. 2. Jam 20:57 Argo Bromo Anggrek menumbur KRL Cikarang. 3. Ada jeda waktu 5 menit sebelum Argo Bromo menumbur KRL Cikarang. 4. Kecepatan rata-rata Argo Bromo adalah 100km/ jam. Jadi posisi Argo Bromo pada 20:50 berjarak sekitar 8 km dari lokasi kecelakaan. 5. Secara teknis, saat melaju dengan kecepatan 100 km/ jam, Argo Bromo perlu 9 menit untuk berhenti total karena pengereman darurat. 5. Berdasarkan data di atas, meskipun petugas di lapangan sigap meminta Argo Bromo berhenti, penumburan tidak bisa dihindari. Disclaimer: data di atas diolah dari informasi Mbah Google. Dan yang mengolah data adalah Sherlock Holmes gadungan. Kesimpulan: berdasarkan data di atas, menurut Abah dan para perusuh, siapa yang patut dipersalahkan?

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Beny Arifin.. MISTERI SINYAL DAN GEMA EV.. Debat induksi rel ini memang memikat. Pak Beny Arifin benar, otoritas ilmiah punya bobot berbeda. Kini muncul tesis baru: gangguan frekuensi dari mobil listrik (EV). Logikanya masuk akal. Motor listrik dan inverter pada EV memancarkan gelombang elektromagnetik (EMI). Jika massal, ia bisa membentuk kabut interferensi bagi sistem persinyalan lama yang masih mengandalkan arus sirkuit rel manual. Mari menengok ke Tiongkok. Negeri Tirai Bambu itu laboratorium EV terbesar di dunia. Populasi EV di sana sudah menembus puluhan juta unit. Otoritas perkeretaapian Tiongkok (CR) telah lama mengantisipasi ini. Mereka menerapkan standar "Electromagnetic Compatibility (EMC) yang sangat ketat. Hasil riset di Shanghai menunjukkan bahwa frekuensi operasi "inverter" EV memang bisa bersinggungan dengan sistem sirkuit jalur frekuensi rendah. Solusinya bukan mengambinghitamkan teknologi, tapi pembaruan sistem. Tiongkok memilih migrasi ke persinyalan berbasis komunikasi (CBTC) yang lebih kebal interferensi luar. Jadi, teori dosen ITB itu bukan mustahil. Sains memang sering bermula dari kecurigaan yang masuk akal. Di sana, antara deru mesin dan sunyinya baterai, ada frekuensi yang harus dijinakkan agar nyawa di atas rel tetap aman. Salam..

Beny Arifin

Kalau ga salah yang pernah menyampaikan teori induksi rel kereta itu salah satunya Profesor Teknilk Mesin ITS. Justru yang mengatakan bahwa itu tahyul saya belum pernah tahu orangnya. Pak Dahlan ga saya itung karena kan hanya mengutip, tidak meneliti sendiri. Dan juga tidak punya wewenang ilmiah tentang hal itu. Menariknya lagi, pagi ini di media online sorang dosen ITB berteori baru bahwa mobil listrik lah yang membuat sistem sinyal kereta api tidak berjalan alias error. Wallahualam.

Warok Ponorogo

Taksi listrik VF e34 Baterai utama, motor traksi, kontrol unit atau EC, inverter dan sensor adalah komponen utama molis. Otak pengatur dari semua komponen diatas adalah kontrol unit atau ECU. Masalahnya, ECU ini bisa ON kalau ada sumber DC 12 V dari baterai. Perlu diketahui juga bahwa sensor sensor pada mobil listrik bekerja pada arus searah tegangan rendah antara 0.5 sd 5 Volt. Sensor suhu pada 5 V, pedal gas di 0.5 sd 4.5. Jadi sebagian sensor utama mobil listrik bekerja pada 5 V. Spesifikasi taksi listrik naas ini, penggerak roda depan dengan tenaga motor traksi 110 kW/147 HP torsi 242 Nm. Untuk baterai utama, sumber tenaga motor traksi sebesar 41.9 kWh dengan jarak tempuh 300 sd 318 km saat baterai kondisi penuh. Ada beberapa kemungkinan mogoknya taksi listrik hijau VF e34 ini, menambahi CHDI yang luput dari perhatian. * Signal tegangan pada semua sensor mobil listrik adalah digital signal bukan signal analog. Artinya, bekerja dan berfungsi normal jika tegangan sesuai dengan yang dipersyaratkan, kurang dari nol koma atau lebih dari nol koma maka akan menyebabkan malfunction pada ECU sebagai pusat kontrolnya. Jadi dalam signal digital, hanya mengenal 2 keadaan saja. Hidup mati dan disimbulkan 1 atau 0 dan tidak mengenal kondisi diantara keduanya. * Sisi Human Errornya, kemungkinan belum ada SOP dari perusahaan taksi untuk mengatasi trouble shooting jika taksi listrik mogok. Terbiasa dengan mobil bbm, maka driver akan terjadi kegagapan kalau hal ini tidak dilakukan.

pak tani

'Surat Cinta Untuk Ama' Judul Bahasa Inggris : 'Dear You' Judul asli ' Gei Ama de Qing Shu' Hari ini, tayang perdana di China. Sebuah film yang berlatar kemiskinan rakyat T jaman dulu. Saking sulitnya mencari makan di T pada waktu itu, banyak yang bermigrasi keluar T. Termasuk penduduk Chaoshan, anda lebih mengenalnya dengan nama teochew / tio ciu. Drama perantauan itu sangat relate dengan keturunan tio ciu yang banyak tersebar di Thailand,Singapura, dan tentu Indonesia. Bagaimana kondisi psikologis waktu itu. Harus merantau ribuan kilometer, seringkali perjalanan itu tiket sekali pergi. Karena ketidakpastian apa yang akan dihadapi didepan. Meninggalkan keluarga dengan sistem komunikasi yang sangat terbatas. Bisa berbulan2 hanya untuk berkirim surat. Ambyar tentu nya. Trailernya terlihat menjanjikan. Layak masuk daftar film yang wajib ditonton selanjutnya. Khususnya untuk Bung Liam Then. dan Om Juve?

Liáng - βιολί ζήτα

Level Crossing. Perlintasan sebidang kereta api, atau biasa disebut level crossing, ada di banyak negara koq, termasuk di Benua Biru ini. Inggris Raya (Inggris, Wales, Skotlandia) dan Jerman memiliki banyak level crossing. Kebetulan, saya pernah beberapa kali keluyuran ke sana, sehingga cukup tahu bagaimana kondisinya, pengamanannya, dan petugasnya. Level crossing di Inggris Raya itu jumlahnya banyak sekali, sekitar 7.000an, hampir 2 kali dibanding Indonesia. Tetapi..... tingkat kecelakaannya terbilang sangat rendah..... Kecelakaan "terbesar" menurut mereka, adalah : kecelakaan di Ufton Nervet, Berkshire, tahun 2004 yang lalu, yang mengakibatkan 7 orang tewas setelah kereta api menabrak mobil. Uniknya..... tidak sedikit korban kecelakaan level crossing di Inggris Raya itu adalah pejalan kaki..... Mungkin, faktor pengaruh minuman beralkohol yang dikonsumsi berlebihan, menjadi salah satu penyebabnya. Ah..... minuman beralkohol..... engkau, konon, selain memberi "kenikmatan tersendiri"..... juga bisa menjadi "semacam moda transportasi" menuju alam yang lain..... wkwkwkwkwk.....

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Liam.. LEVEL CROSSING: BUKAN DILARANG, TAPI DIKENDALIKAN.. Pengalaman di Inggris menarik. Level crossing banyak, kecelakaan rendah. Artinya, masalahnya bukan sekadar ada atau tidak. Tapi bagaimana dikelola. Terukur. Disiplin. Di sana, setiap perlintasan dipetakan risikonya. Ada klasifikasi. Ada teknologi: 1) Sinyal otomatis, 2) CCTV, 3) Sensor, 4) Alarm berlapis. 5) Ada pagar yang benar-benar menutup. 6) Ada hukum yang ditegakkan tanpa kompromi. 7) Bahkan edukasi publiknya rutin. Jadi manusia tidak diberi ruang untuk nekat. Bandingkan dengan kita. Banyak perlintasan sebidang, tapi pengamanannya tidak seragam. 1) Ada yang canggih. 2) Ada yang sekadar palang manual. 3) Bahkan ada yang “mengandalkan firasat”. Di sinilah sains bertemu anggaran. Anggaran bukan tidak ada. Tapi prioritas sering kabur. Mau semua dihilangkan? Mahal. Mau semua dibiarkan? Lebih mahal—dalam nyawa dan biaya sosial. Maka pilihannya bertahap. Identifikasi titik paling rawan. Naikkan standar pengamanannya. Lalu eliminasi satu per satu dengan flyover atau underpass. Kesimpulannya sederhana. Level crossing bukan dosa. Tapi kelalaian dalam mengelolanya itu yang berbahaya. Inggris membayar dengan disiplin. Kita masih mencicil dengan debat. Kadang panjang. Kadang melelahkan. Kadang—seperti kata Pak Liam—ikut-ikutan mabuk wacana..

Gregorius Indiarto

Rel kereta api itu sudah dibangun sejak jaman negeri ini belum punya presiden sendiri. Jadi jalan kereta yang ada sekarang adalah buatan sebelum negeri ini merdeka, sekarang tinggal merawat dan meneruskan kalau terus). Merawat saja semrawut, bagaimana mau meneruskan? Saya jadi berpikir, seandainya tidak ada penjajahan, jangan-jangan negeri ini belum punya lintasan kereta api. Jika pikiran saya benar, maka saya berterimakasih sudah dijajah. Tapi, rasa-rasanya, pikiran saya salah. Nyatanya, kapal api yang tidak terbangun saat penjajahan, dapat dibangun setelah merdeka, bahkan kapal api itu, kini "menjajah" negara lain. Eits,.. beda kereta beda kapal beda pengelola; negara dan swasta, hasilnya pun Anda pasti sudah tahu. Met siang, salam sehat, damai dan bahagia.

Leong Putu

Gathering "Perusuh" tahun ini baiknya di Sakura Regency saja. Pasti banyak sepatu yang layak leles ada di sana. ...ehem....

Bahtiar HS

Ini bukan mencari siapa yg salah. Tp masukan buat perbaikan. Diketahui dari pemberitaan bahwa: 1) saat Argo Bromo Anggrek menabrak KRL 2 itu kecepatan 110 km/jam. 2) ada jeda waktu 12-17 menit antara insiden awal KRL 1 menemper taksi ijo dg tabrakan susulan ABA dg KRL 2 Artinya ada golden time taruhlah 12 menit utk ABA mulai mengerem. Nah jika kec ABA 110 km/jam, berarti jaraknya dg KRL 2 yg berhenti di Bekasi Timur sekitar 22 km. Tentu kurang dari itu. Katakan separuhnya 11 km. Kepolisian mengungkapkan "perlu jarak yg sangat jauh" bagi ABA utk mengerem hingga berhenti. Dari hasil browsing, ABA dg kec itu perlu jarak 1000 m untuk pengereman normal hingga berhenti dalam 55-60 detik. Bahkan dg pengereman darurat, bisa dlm 40-45 detik. Jadi, dg jarak 10 km atau ada yg bilang tinggal 5 km pun, dan golden time 12 menit, sebenarnya ada "waktu dan jarak yang cukup" bagi ABA utk ngerem dan berhenti sblm menabrak KRL 2, dan masih ada terpaut jarak 4 km (jika jarak antaranya 5 km). Jadi dari KAI pun perlu evaluasi serius bgmn masinis ABA nggak dpt info secepat mungkin bahwa ada halangan di depannya. Padahal waktu dan jarak msh cukup utk pencegahan kecelakaan. Hal ini tidak menafikan taksi ijo pun salah. Perlu diinvestigasi prosedurnya / perush-nya dan sopirnya sedemikian rupa. Semoga kejadian kelalaian macam ini tidak terulang lagi.

Kategori :

Terkait

Jumat 01-05-2026,04:00 WIB

Orang Kuat

Kamis 30-04-2026,04:06 WIB

Listrik Kereta

Rabu 29-04-2026,04:00 WIB

Buku Kriminalisasi

Selasa 28-04-2026,04:00 WIB

Guru Bimbel