Kejar Target Nol Emisi, PGN Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon

Jumat 22-05-2026,23:42 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) melalui penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) mengenai studi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) pada ajang IPA Convex 2026, Kamis 21 Mei 2026.

Kolaborasi strategis ini dilakukan bersama Holding Migas PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam rangka pengembangan amonia rendah karbon (blue ammonia) di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, para pihak akan melakukan studi komprehensif guna mengkaji aspek teknis, legal, ekonomi, dan komersial terkait pengembangan ekosistem CCS.

BACA JUGA:Jaga Keberlanjutan Pasokan Gas Bumi, PGN Dukung Pertumbuhan Kebutuhan Energi Nasional

Fokus utama sinergi ini adalah menciptakan rantai pasok amonia rendah karbon yang efisien dan berkelanjutan, mulai dari penangkapan emisi karbon, transportasi CO₂, hingga injeksi CO₂ ke dalam formasi geologi bawah tanah yang aman.

“Dalam kerja sama CCS ini, PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO₂. Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out PGN untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi,” jelas Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta.

Untuk mendukung inisiatif tersebut, PGN akan mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki, termasuk infrastruktur gas bumi eksisting serta kapabilitas dalam pengembangan jaringan pipa.

BACA JUGA:Ubah Limbah Jadi Sumber Daya, PGN Terapkan Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah Plastik

Salah satu strategi yang dikedepankan adalah pemanfaatan right of way (ROW) jalur pipa gas bumi yang telah ada untuk pengembangan jaringan transportasi CO₂.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur gas bumi dengan teknologi masa depan guna menekan emisi karbon. Pemanfaatan ROW jalur pipa eksisting akan mempercepat integrasi ekosistem CCS secara efisien, sekaligus menegaskan peran kami sebagai transporter utama CO₂ ke depan,” ujar Hery.

Studi bersama ini akan memetakan wilayah-wilayah strategis yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem CCS dan produksi amonia rendah karbon.

BACA JUGA:Lewat Batik, PGN Dorong Ekonomi Inklusif untuk UMKM dan Anak Disabilitas

Fokus area awal dalam koridor studi ini meliputi Jawa Barat dan Jawa Timur, yang memiliki klaster industri dengan kebutuhan/intensitas energi yang besar.

Selain itu, para pihak juga akan mengkaji potensi wilayah lain yang dinilai strategis dari sisi infrastruktur dan keekonomian.

BACA JUGA:PGN–BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton

Kategori :