JAKARTA, DISWAY.ID -- Dimulai dari sang Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, mencoba langsung daftar bantuan sosial (bansos) digital melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Apa hasilnya?
Mengutip video yang diunggah Luhut di Instagram pada Jumat, 12 Juni 2026, mantan Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) memperkenalkan langsung Portal Perlinsos yang akan menjadi tolak ukur seseorang apakah berhak mendapatkan bansos atau tidak.
Sebagai informasi, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menekan angka-angka eror yang terjadi di lapangan ketika berlangsung penyaluran bansos.
BACA JUGA:Luhut Minta Publik Tak Persoalkan MBG: Itu Barang Baik, Anggarannya Cukup Efisien
Selama ini masih banyak masyarakat Desil 1 hingga Desil 4 yang terdaftar seharusnya benar-benar berhak mendapatkan bantuan pemerintah, justru tidak mendapatkannya. Inilah yang dinamakan inklusi eror.
Tak hanya itu. Banyak juga masyarakat dalam kategori tersebut tidak pernah terdata sehingga terlewatkan mendapatan bansos pemerintah. Inilah yang disebut eksklusi eror.
Ke depan pemerintah akan mengandalkan Portal Perlinsos untuk mendata masyarakat secara akurat dan cepat, apakah termasuk kategori yang berhak mendapatkan bansos atau sebaliknya.
Bahkan sistem berbasis kecerdasan buatan alias AI ini menggunakan kamera pengenal wajah sesuai dengan data NIK, serta data dari delapan lembaga mulai dari Dukcapil hingga Samsat.
Nah, untuk membuktikan sistem ini benar-benar canggih, Luhut langsung mempraktikan dirinya apakah dirinya penerima bansos atau bukan.
"Kemarin saya sebagai Ketua Percepatan Reformasi Digital Pemerintah rapat dengar pendapat (RDP dengan DPR) dan ditanya banyak hal. Bagaimana proses digitalisasi nasional itu? Dan saya sampaikan kita sudah 8 kementerian lembaga itu sudah semua datanya masuk," tutur Luhut dalam video itu.
BACA JUGA:Gantikan Luhut, AHY Resmi Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Luhut mengatakan, sejak 81 tahun Indonesia merdeka, untuk pertama kalinya data kependudukan saling terintegrasi untuk memudahkan pemerintah memberi pelayanan, termasuk bansos.
"Ini pertama kali sepanjang Indonesia merdeka 81 tahun bahwa data kita sudah mulai terintegrasi. Kemarin sudah kita lakukan piloting di Banyuwangi dan kita tahu persis sekarang mengenai kesalahan, kekurangan," sambung Luhut.
Teknologi Buatan Anak Bangsa
Luhut melanjutkan, Digitalisasi Bansos sedang dilakukan tahap ujicoba melibatkan 42 kabupaten dan kota sebagai piloting.
Menurutnya teknologi Portal Perlinsos sebagai jembatan masyarakat mendapat bansos, dibuat oleh anak-anak bangsa tanpa melibatkan vendor.