Teruji di Medan Perang Ukraina, Drone Ini Mampu Intai Objek hingga 100 Km

Senin 15-06-2026,19:36 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID – Pengembang sistem tak berawak asal Denmark, Sky-Watch, memperkenalkan drone jarak jauh terbaru bernama RQ-70 Dainn yang diklaim mampu menjalankan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian hingga 100 kilometer dari garis depan.

Sistem ini dikembangkan berdasarkan pengalaman operasional selama empat tahun di medan perang Ukraina dan dirancang untuk tetap beroperasi di lingkungan tempur yang kompleks, termasuk saat akses GPS terganggu.

Peperangan modern telah mengungkap adanya kesenjangan yang kritis, yaitu dinamika medan perang bergerak jauh lebih cepat dibandingkan sistem peralatan yang dirancang untuk mendukungnya.

Dalam praktiknya, model pertahanan tradisional sering kali tidak mampu mengimbangi kecepatan dan kompleksitas yang ada saat ini.

BACA JUGA:Berkat Drone Otonom, Mahasiswa UPER Berjaya di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura

Banyak pendekatan pertahanan masih dibangun untuk menghadapi dunia yang bergerak lebih lambat, ditandai dengan siklus pengembangan yang panjang, platform yang kompleks, serta berbagai hal yang tidak selalu mendukung dalam mengambil keputusan di lapangan.

Setelah empat tahun pengoperasian secara berkelanjutan di Ukraina melalui platform UAV RQ-35 Heidrun, Sky-Watch kini memperkenalkan RQ-70 Dainn yang dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman medan perang menjadi kemampuan operasional yang efektif sejak hari pertama dan terus berkembang seiring dengan kebutuhan misi yang dijalankan.

“RQ-70 Dainn tidak dikembangkan berdasarkan asumsi, melainkan berlandaskan platform UAV RQ-35 Heidrun yang telah terbukti di medan perang dan terus disempurnakan melalui umpan balik yang berkelanjutan. Tantangan saat ini bukanlah sekadar akses terhadap teknologi, melainkan apakah teknologi tersebut dapat berfungsi ketika paling dibutuhkan dan mampu berkembang cukup cepat untuk mengikuti dinamika peperangan modern,” ujar Martin Schousboe, CEO Sky-Watch.

BACA JUGA:Berkat Drone Otonom, Mahasiswa UPER Berjaya di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura

Dari pengalaman di medan perang menuju kemampuan yang lebih luas, RQ-70 Dainn dikembangkan dari platform RQ-35 Heidrun yang telah digunakan secara berkelanjutan dan terus disempurnakan selama empat tahun pengoperasiannya di Ukraina.

Pengalaman tersebut diwujudkan dalam sebuah sistem yang dirancang untuk memperluas jangkauan, meningkatkan daya tahan, dan memberikan fleksibilitas misi yang lebih besar, tanpa mengurangi elemen yang paling penting dalam operasi nyata yaitu: kecepatan, kesederhanaan, dan keandalan.

Karakteristik utama RQ-70 Dainn meliputi daya tahan operasional hingga delapan jam, kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian dengan jangkauan operasional hingga 100 kilometer di luar garis depan, kemampuan lepas landas dan pendaratan vertikal, arsitektur muatan modular untuk berbagai kebutuhan misi, serta ketahanan operasional di lingkungan tanpa akses GPS.

BACA JUGA:Berkat Drone Otonom, Mahasiswa UPER Berjaya di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura

Selain itu, sistem ini dapat dioperasikan oleh satu operator dan terhubung dengan lingkungan medan perang digital.

Hasilnya adalah kemampuan intelijen, pengawasan, pengintaian yang andal dan berkelanjutan di lingkungan operasional berisiko tinggi, dengan sistem yang dirancang agar tetap efektif digunakan oleh operator pada lingkungan yang penuh tekanan.

Kategori :