Berkat Drone Otonom, Mahasiswa UPER Berjaya di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura

Minggu 10-05-2026,16:11 WIB
Berkat Drone Otonom, Mahasiswa UPER Berjaya di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER) yang tergabung dalam Tim RETRO berhasil mengembangkan SkyFast, sebuah purwarupa drone otonom yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan navigasi pada kecepatan tinggi. --UPER

JAKARTA, DISWAY.ID - Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER) yang tergabung dalam Tim RETRO berhasil mengembangkan SkyFast, sebuah purwarupa drone otonom yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan navigasi pada kecepatan tinggi. 

Lebih dari sekadar hobi atau alat fotografi udara, drone kini berevolusi menjadi infrastruktur kunci dalam berbagai sektor industri modern. 

Pasar drone konsumen global bahkan diprediksi melonjak hampir tiga kali lipat, dari USD5,89 miliar pada 2025 menjadi USD15,65 miliar pada 2034.

Sementara itu, di Indonesia, nilai pasarnya diperkirakan mencapai USD93 juta pada 2028.

BACA JUGA:Transformasi Digital 'Dikebut', Kemenperin Dorong Sertifikasi Drone SNI untuk Pertanian 4.0

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terwujud.

Sistem drone flock —yang mengoperasikan banyak drone sekaligus secara otonom tanpa pilot — masih kerap gagal saat menghadapi rintangan yang muncul tiba-tiba di udara, karena navigasinya belum cukup cepat dan adaptif untuk kondisi ekstrem.

Inovasi ini bahkan berhasil meraih posisi 3rd Runner Up pada kategori High Speed Drone Flock dalam ajang Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 yang diselenggarakan di Singapore EXPO pada 7–11 April 2026.

“SkyFast hadir sebagai solusi bagi industri yang memerlukan mobilitas tinggi di lingkungan padat dan tidak terstruktur. Drone ini dirancang dengan arsitektur khusus yang mampu melesat hingga kecepatan 5 m/s dan bergerak melewati celah sempit berukuran 1,5 × 1,5 meter secara mandiri tanpa bantuan pilot,” jelas Ketua Tim RETRO, Arkhen Bassam Ayubi.

BACA JUGA:Pasukan Brimob 3 SSK Dikerahkan ke Samarinda, Pengamanan Unras 21 April Diperkuat Drone hingga Anti-Drone

Bersama tim yang terdiri dari Nanda Agricioleovi, R. R. Dwigyantosa R., Inggil Giri Wiranata, Demas Zaky Musa, Muzaki Ahmad F., Rayzar Raja F., Quinadiene Nasywa A., dan Joseph Yang, serta dibimbing oleh Ketua Program Studi sekaligus Dosen Teknik Elektro, Dr. Eng. Muhammad Abdillah, keberhasilan ini didukung oleh keunggulan utama SkyFast pada desain fisiknya yang mengusung konsep 100% Crash-Proof Geometry. 

Dengan memanfaatkan material PLA-Carbon serta kombinasi hibrida Carbon-Nylon pada pelindung baling-baling, drone ini dirancang untuk mampu menyerap energi benturan secara optimal.

“Selain ketangguhan fisik SkyFast memadukan sensor LiDAR dan algoritma A-STAR yang memungkinkannya memindai lingkungan 360 derajat untuk menemukan rute tercepat. Didukung oleh metode komputasi FAST-LIO dan komputer mini Raspberry Pi, drone ini ibarat memiliki otak cerdas yang mampu merespons rintangan secara seketika tanpa ada jeda waktu,” tambah Arkhen.

BACA JUGA:Gudang Minyak Castrol Milik Inggris di Irak Dihantam Drone Pasca Trump Ngamuk Gak Dibantuin Lawan Iran

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait