Kampung Nelayan Merah Putih Harapan Baru Nelayan Cikiruhwetan

Selasa 23-06-2026,15:24 WIB
Reporter : Dimas Chandra Permana
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID -- Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) hadir sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan ekonomi, penyediaan fasilitas pendukung, serta pemberdayaan para nelayan.

Melalui program ini, pemerintah menghadirkan berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, mulai dari pabrik es, gudang beku, bengkel kapal, kios perbekalan, hingga sentra kuliner. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan produktivitas nelayan, serta memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan.

Pada tahun ini, sebanyak 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan untuk dibangun di seluruh Indonesia. Hingga April 2026, sebanyak 65 kampung nelayan telah selesai dibangun dan siap beroperasi.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Dorong Ekonomi Biru, Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Model Kemandirian Pesisir

Salah satu wilayah yang menjadi bagian dari program tersebut adalah Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Melalui pembangunan fasilitas pendukung di kawasan pesisir, program KNMP diharapkan dapat membantu aktivitas nelayan agar lebih produktif, meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

Bagi Carno, salah satu nelayan di Desa Cikiruhwetan, laut adalah poros kehidupan baginya dan keluarga. Kehadiran KNMP menjadi angin segar setelah puluhan tahun menjalani kehidupan sebagai nelayan. Sejak tahun 1992, laut menjadi bagian dirinya, usai tamat pendidikan sekolah dasar.

“Dari selesai sekolah, saya langsung terjun menjadi nelayan. Jadi, memang dari dulu kehidupan saya tidak jauh dari laut,” ujar Carno.

Bagi Carno, tantangan terbesar yang sering dihadapi adalah kondisi cuaca dan biaya operasional melaut yang cukup besar. Menurutnya, nelayan harus mampu mengatur berbagai kebutuhan agar tetap bisa bertahan hidup dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA:Tak Ada Jalur Ordal dalam Rekrutmen Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih, Zulhas: Pendaftaran Online

“Kalau nelayan, tantangan utamanya memang cuaca. Selain itu, harus punya kapal yang layak dan mesin yang baik. Kita juga harus pintar-pintar mengatur supaya tetap bisa melaut,” katanya.

Sebelum adanya program KNMP, Carno menyebutkan bahwa kawasan tempat tinggalnya masih memiliki banyak keterbatasan, terutama dalam hal fasilitas pendukung aktivitas nelayan. Kondisi lingkungan yang sebelumnya kurang tertata perlahan mulai berubah setelah adanya pembangunan dan penataan kawasan.

“Yang paling terlihat, yang tadinya agak kumuh sekarang jadi lebih nyaman. Mudah-mudahan ke depannya bisa terus berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Tidak hanya menghadirkan fasilitas bagi nelayan, KNMP juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Carno berharap agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga semakin banyak warga merasakan manfaat dari program pemerintah.

BACA JUGA:Sultan DPD RI Dorong Korsel Share Teknologi Perkapalan dan Industri Perikanan untuk Program Kampung Nelayan

“Harapannya bisa berjalan dengan baik. Yang tadinya mungkin ada ibu-ibu atau warga yang belum punya pekerjaan, bisa ikut mendapatkan kesempatan untuk bekerja,” ujarnya.

Kategori :