Sultan DPD RI Dorong Korsel Share Teknologi Perkapalan dan Industri Perikanan untuk Program Kampung Nelayan
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mendorong Korea Selatan bisa berbagi teknologi untuk mendorong program Kampung Nelayan-Dok. DPR RI-
JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan pihaknya konsisten memberikan dukungan terhadap kebijakan dan program yang memperkuat pembangunan maritim dan industri perikanan nasional.
Hal ini disampaikan Mantan ketua HIPMI Bengkulu itu saat melakukan kunjungan Dan meremikan Kerjasama Maritime Korea-Indonesia di Busan Korea Selatan pada Selasa, 1 April 2026.
BACA JUGA:SPAN-PTKIN 2026 Usung 13 Inovasi, Sistem Seleksi Dijamin Bakal Lebih Transparan
BACA JUGA:Promo JSM Alfamart Hari Ini 5 April 2026 Spesial Akhir Pekan, Sabun Cuci Piring Ekonomi Rp6 Ribuan!
Dalam pernyataannya, Sultan juga menyoroti pentingnya forum ini sebagai simbol hubungan bilateral yang lebih substantif dan aplikatif antara Indonesia dan Korea Selatan, terutama pada pengembangan pelabuhan pintar, Kampung Nelayan, industri perkapalan, serta energi laut masa depan seperti LNG, amonia, dan hidrogen.
"Kami mengetahui bahwa Industri kapal perikanan Korea Selatan adalah sektor maju yang mengintegrasikan teknologi tinggi, otomatisasi AI, dan prinsip ramah lingkungan," ungkapnya.
Sebagai Negara maritim yang sedang membangun ekosistem kawasan industry perikanan melalui program Kampung Nelayan, lanjutnya, Indonesia sangat membutuhkan dukungan dan kerjasama technology perkapalan Dan pengembangan industry perikanan Korea.
"Kami berharap forum ini menjadi jembatan penghubung kebaikan kedua negara bukan hanya dalam konteks ekonomi, tetapi juga dalam pertukaran pengetahuan, share technology, dan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan, ungkapnya.
BACA JUGA:Sultan Baktiar Tawarkan Solusi Tekan Biaya Politik yang Makin Mahal, Ini Caranya!
Ketua DPD RI ke-6 ini juga menyampaikan harapannya agar forum ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berkembang menjadi platform jangka panjang yang produktif dan berkelanjutan.
"Laut tidak memisahkan kita, tetapi justru menyatukan. Forum ini adalah awal dari arsitektur baru kemitraan IndonesiaKorea yang berbasis kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, pungkas Sultan.
Forum Kerja Sama Maritim Korea-Indonesia merupakan platform kolaborasi bilateral yang mencakup pertukaran akademik dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kerja sama bisnis di sektor maritim.
Forum ini dinisiasi oleh DPD RI bekerja sama dengan Korea Maritime and Ocean University sebagai salah satu perguruan tinggi nasional di Korea Selatan yang memiliki keunggulan pada bidang maritim, teknologi kelautan dan manajemen pelabuhan pintar. Kegiatan melibatkan institusi pendidikan, pemerintah, serta pelaku industri dari kedua negara.
BACA JUGA:Ketua DPD RI Sultan Dukung Sikap Netral Presiden Atas Konflik AS-Iran
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: