Ketua DPD RI Sultan Dukung Sikap Netral Presiden Atas Konflik AS-Iran

Ketua DPD RI Sultan Dukung Sikap Netral Presiden Atas Konflik AS-Iran

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan dukungannya terhadap pandangan Dan sikap President Prabowo Subianto atas konflik Amerika Serikat dengan Iran-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan dukungannya terhadap pandangan Dan sikap Presiden Prabowo Subianto atas konflik Amerika Serikat dengan Iran.

"Sikap Netral terhadap para pihak yang berkonflik adalah wujud politik bebas aktif diplomasi bangsa Indonesia. Sebagai bangsa kita harus menghormati pandangan, sikap dan keputusan pemimpin Nasional kita tersebut," ujar Sultan setelah menghadiri peringatan malam Nuzul Qur'an di Istana President Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

BACA JUGA:Sadis! Komplotan Rampok Serang SPBU Babelan, 5 Pegawai Dipukuli dan Disekap

BACA JUGA:Tips Aman dan Nyaman Mudik dengan Mobil Listrik dari Changan

Menurutnya, dalam sejarahnya Indonesia adalah Negara penggagas Gerakan Non-Blok di antara konfrontasi dua kekuatan global. 

"Kami sangat memahami Dan sepenuhnya mendukung sikap diplomatic Presiden Prabowo yang demikian bijaksana demi kepentingan bangsa Dan Negara. Presiden berupaya menjaga hubungan baik dengan semua negara," tegasnya.

DPD RI, kata Sultan, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah menyampaikan ucapan belasungkawa atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamaeni. 

"Tentunya Ucapan belasungkawa President tersebut mewakili seluruh Bangsa Indonesia kepada bangsa Iran," ujar Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu.

BACA JUGA:Sultan DPD RI Apresiasi TNI Aktif dalam Pembangunan Jembatan untuk Pemulihan Banjir Sumatera

Sebagai Negara mayoritas Muslim, ungkapnya, tentunya kita sangat berempati dengan saudara-saudara kita yang menjadi korban perang di Iran. Namun juga menghormati kepentingan Dan kebijakan luar negeri dari Negara-negara sahabat lainnya.

"Prinsipnya Presiden ingin mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan non blok. Karena semua pihak yang bertikai adalah sahabat baik Indonesia," tutupnya.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika konflik global yang makin kompleks.

Pernyataan itu disampaikan Presiden, hari Senin (9/3/2026), di sela acara peresmian 218 jembatan secara hybrid melalui konferensi video, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait