BACA JUGA:Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Ini yang Didalami Soal Hanania Group
Menurutnya, kawasan Dukuh Atas yang merupakan titik temu 5 transportasi massal perlu dihubungkan melalui satu jembatan yang melingkar.
"Dukuh Atas ini kan rame banget kalau pagi dan sore. Orang wara-wiri pindah dari Transjakarta ke KRL, ada yang LRT juga. Perlu banget ada jembatan penghubung," ujar warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Desain Aksesibilitas dan Keselamatan
PT MRT Jakarta (Perseroda) menjadi pengelola kawasan TOD Dukuh Atas sekaligus membangun infrastruktur tersebut.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan, pedestrian deck dirancang tidak hanya sebagai jembatan penghubung, tetapi juga menjadi ruang publik baru yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, aksesibilitas, dan keselamatan.
Menurutnya, seluruh desain telah mempertimbangkan kebutuhan berbagai kelompok pengguna, mulai dari penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil hingga masyarakat dengan mobilitas terbatas.
"Infrastruktur ini dirancang agar dapat digunakan secara aman, nyaman, dan setara oleh seluruh masyarakat," kata Tuhiyat.
Selain meningkatkan aksesibilitas, pembangunan pedestrian deck juga akan mempercepat mobilitas pengguna transportasi umum.
Berdasarkan perhitungan PT MRT Jakarta, ungkap Tuhiyat, waktu berjalan kaki saat berpindah moda dapat dipangkas sekitar tujuh menit. Sementara jarak tempuh pejalan kaki berkurang sekitar 400 meter dibandingkan kondisi saat ini.
Efisiensi tersebut dinilai akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi ratusan ribu pengguna transportasi publik yang setiap hari beraktivitas di kawasan Dukuh Atas.
BACA JUGA:Setelah Rasuna Said Rampung Ditata, Pramono: Semua Orang Ngaku Berjasa Bongkar Tiang Monorel
Data PT MRT Jakarta menunjukkan kawasan TOD Dukuh Atas merupakan salah satu simpul transportasi dengan tingkat mobilitas tertinggi di Indonesia.
Setiap hari kawasan ini melayani ratusan ribu pergerakan penumpang dari berbagai moda transportasi massal yang saling bertemu di satu kawasan.
Seiring meningkatnya jumlah pengguna transportasi publik dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan terhadap konektivitas antarmoda yang lebih baik menjadi semakin mendesak.