Pedestrian Deck Dukuh Atas Siap Manjakan Pengguna Transum dan Pejalan Kaki

Rabu 01-07-2026,13:05 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Tri Broto

“Tidak hanya mempercepat perpindahan moda, pedestrian deck juga diharapkan mengubah wajah kawasan Dukuh Atas menjadi kawasan yang lebih ramah pejalan kaki,” tutur Tuhiyat.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai pembangunan pedestrian deck merupakan bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang mengutamakan kemudahan mobilitas.

BACA JUGA:Cerita Warga Detik-detik Balita 4 Tahun Jatuh ke Lubang Proyek di Manggarai, Apa Pemicunya?

Menurut dia, integrasi antarmoda akan menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota metropolitan.

"Proyek ini akan memperkuat integrasi transportasi sekaligus meningkatkan kenyamanan pejalan kaki," ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah DKI Jakarta Yusa C Permana.

Ia menilai konektivitas fisik antarstasiun selama ini masih menjadi pekerjaan rumah dalam pengembangan transportasi publik Jakarta.

Menurut Yusa, seluruh moda transportasi seharusnya saling terhubung dalam satu sistem sehingga pengguna tidak perlu berpindah melalui ruang terbuka yang berpotensi terganggu cuaca.

BACA JUGA:Awkarin Akan Diperiksa Terkait Hanania Group, Polda Metro Jaya Tunggu Kehadirannya

"Dengan kondisi cuaca yang semakin ekstrem, koneksi antarmoda sebaiknya berada dalam jalur yang benar-benar terlindungi sehingga pengguna merasa nyaman," katanya.

Yusa juga mengusulkan agar pedestrian deck memiliki lebar sekitar 12 meter.

Dari total lebar tersebut, sekitar tujuh meter digunakan sebagai ruang pejalan kaki, sedangkan lima meter lainnya dapat dimanfaatkan untuk fasilitas pendukung maupun aktivitas komersial.

Konsep tersebut dinilai mampu menghadirkan ruang publik yang hidup sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan transit.

Selain itu, ia mengingatkan agar desain integrasi memperhatikan pola pergerakan penumpang sehingga tidak menimbulkan kepadatan baru, terutama pada akses menuju Stasiun KRL Sudirman dan LRT Jabodebek.

BACA JUGA:Mau Kuliah S2 dan S3 Gratis ke Luar Negeri? Ini Syarat LPDP Jakarta dari Pramono Anung

Menurutnya, pengaturan sirkulasi pengguna harus menjadi perhatian sejak tahap perencanaan agar kapasitas kawasan tetap mampu mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang pada masa mendatang.

Kategori :