Pedestrian Deck Dukuh Atas Siap Manjakan Pengguna Transum dan Pejalan Kaki

Rabu 01-07-2026,13:05 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Tri Broto

BACA JUGA:Pramono Bakal Bangun 2 Jembatan Gembok Cinta di Rasuna Said: Love Jakarta

Pramono menilai kualitas jalur pedestrian menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan sistem transportasi massal.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan moda transportasi yang cepat, tetapi juga akses menuju stasiun yang aman, mudah dijangkau, dan terlindungi dari cuaca.

Karena itu, aspek keselamatan, aksesibilitas, serta kenyamanan menjadi prioritas dalam pembangunan pedestrian deck. Selain mendukung mobilitas warga, proyek tersebut diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi kawasan sekitar.

Kehadiran jalur pejalan kaki yang terhubung diperkirakan meningkatkan aktivitas masyarakat di kawasan Dukuh Atas sehingga memberi peluang lebih besar bagi pelaku usaha, pusat perbelanjaan, UMKM, hingga sektor jasa.

BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 30 Juni 2026, Jangan Lupa Perpanjang!

Fenomena tersebut telah terjadi di sejumlah kawasan TOD di berbagai negara, di mana peningkatan kualitas ruang pejalan kaki mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas komersial.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang penggunaan skema pembiayaan kreatif (creative financing) dalam pembangunan proyek tersebut.

Skema itu memungkinkan pendanaan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melibatkan sektor perbankan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun mitra strategis lainnya.

Pramono mengungkapkan, pendekatan kolaboratif dinilai penting agar pembangunan infrastruktur perkotaan dapat berlangsung lebih cepat tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:Program Gratis Wisata dan Transportasi Saat HUT Jakarta Banyak Dinikmati Warga Luar Daerah

Pengguna LRT Dukuh Atas, Fakih (27) berharap pembangunan pedestrian desk Dukuh Atas segera direalisasikan.

Pasalnya, Fakih selama ini harus berjalan kaki cukup jauh serta naik turun tangga untuk pindah moda transportasi ke Stasiun KRL Sudirman untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Karet.

Dengan adanya jembatan melingkar kata Fakih dirinya tidak perlu keluar dari area pemberhentian untuk berpindah moda transportasi lain.

"Selama ini kan harus keluar dari Stasiun LRT, jalan cukup jauh juga untuk pindah ke KRL. Saya kerja kan di sekitaran Mas Mansyur situ," ujar Fakih saat ditemui disway.id

Pengguna transportasi lainnya, Ubaidillah (31) turut mendukung pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas untuk memudahkan penumpang berpindah moda.

Kategori :