JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal menyikat kabel semrawut atau membenahinya secara bertahap.
Diketahui, kabel semrawut hingga menjuntai sangat membahayakan keselamatan pengendara sepeda motor.
Salah satu kasus kabel semrawut yang menjadi sorotan ialah kematian siswi SMAN 6 Jakarta.
BACA JUGA:Rayap Besi Kembali Marak di Jakarta, Pagar Terminal Kampung Melayu Ludes!
Siswi bernama Neisha Amalia Evrian Putri (16) itu tewas akibat motor yang ditungganginya jatuh terjerat kabel semrawut di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis, 18 Juni 2026.
Korban yang jatuh terpental tubuhnya terlindas mobil hingga dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Terbaru, penumpang ojek online (ojol) terjerat kabel yang menjuntai di Jalan Widya Chandra VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin, 6 Juli 2026.
Korban terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya setelah lehernya tersangkut kabel yang menjuntai hingga ke badan jalan.
Menurut Pramono, penataan kabel yang semrawut di Jakarta membutuhkan waktu dan tidak bisa diselesaikan secara instan karena melibatkan banyak kepentingan.
BACA JUGA:HEI 2026 Dibuka, Indonesia Dorong Perdagangan Halal Global bersama Negara D-8
"Memang tidak bisa semuanya secara bersamaan karena begitu apa, begitu banyaknya dan kompleksnya persoalan kabel ini," kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2026.
Pramono mengakui jika kabel semrawut menjadi persoalan yang kompleks di Jakarta. Untuk membenahinya pun bukan perkara mudah.
Dari itu Pramono telah menerbitkan Peraturan Darah (Perda) tentang Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
Saat ini, pembenahan kabel udara dengan memindahkan ke bawah tanah sudah mulai berjalan di sejumlah lokasi.
"Dengan adanya Perda itu maka itu dimulai," pungkasnya.