HEI 2026 Dibuka, Indonesia Dorong Perdagangan Halal Global bersama Negara D-8
Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Kemenkeu bersama Kementerian Luar Negeri dan BPJPH resmi membuka Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 pada Rabu (8/7/2026).-Bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID– Pemerintah semakin gencar mendorong pengembangan industri halal nasional. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Kemenkeu bersama Kementerian Luar Negeri dan BPJPH resmi membuka Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 pada Rabu (8/7/2026).
Pameran yang berlangsung hingga 12 Juli 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan ini menampilkan berbagai produk halal dari sektor makanan-minuman, farmasi, kosmetik, fesyen, keuangan, hingga pariwisata.
Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidhiyasa, mengatakan penyelenggaraan D-8 HEI 2026 merupakan langkah strategis membangun peradaban ekonomi halal Indonesia.
BACA JUGA:Piala Presiden 2026 Jadi Ajang Pembuktian Pemain Muda Persib dan Persija
“Ini adalah perjalanan kita dalam membangun peradaban ekonomi halal, yang tidak boleh dihentikan oleh kepercayaan birokratis atau keadaan politik,” ujar Putu.
Putu menjelaskan aset keuangan syariah Indonesia mencapai sekitar 706 miliar dolar AS atau 30 persen dari total aset keuangan nasional.
Sektor halal ditargetkan bisa mencapai USD 500 miliar pada 2030, namun realisasi saat ini baru sekitar USD 160 miliar pada 2025.
“Potensi ini tidak akan menjadi kekuatan ekonomi sejati selama masih ada hambatan non-tarif, harmonisasi regulasi yang terbatas, dan industri yang terfragmentasi. Kita harus menjadi integrator halal global,” tegasnya.
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menyampaikan bahwa pameran ini melibatkan 8 negara anggota D-8, yaitu Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Azerbaijan.
BACA JUGA:Prabowo: Candi Prambanan Jadi Simbol Hubungan Indonesia-India yang Terjalin 1.000 Tahun
“Kombinasi PDB gabungan kedelapan negara ini mencapai 5,1 triliun dolar AS. Dengan populasi sangat besar dan kekuatan demografi generasi muda yang mencapai hampir 30 persen berusia 15-29 tahun, ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan perdagangan halal,” jelas Anis.
Pameran ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri halal antarnegara, meningkatkan volume perdagangan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih komplementer di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: